Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Implementasi Dalam Negara Hukum Tidak Mengenal Stasus Sosial

Implementasi Dalam Negara Hukum Tidak Mengenal Stasus Sosial

Written By mansyur soupyan sitompul on Rabu, 22 Februari 2017 | 19.31

Senayan Jakarta-www.dutabangsanews.com I INDONESIA adalah negara hukum dengan demikian harusnya hukum di negeri ini harus sebagai panglima, hukum harus tertinggi dalam menegakkan aturan dan peraturan yang berlaku. Dengan demikian hukum bisa ditegakkan dan tidak menjadi permainan bagi mereka yang mempunyai kekuasaan dan mempunyai uang. Karena semua masyarakat sudah tahu bagaimana hukum tersebut “terkesan dipermainkan” oleh mereka yang berkuasa dan oleh mereka yang mempunyai uang. Kalau hal ini terus terjadi di negeri tercinta ini miris melihat kondisi hukum kita.

Para penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, KPK, MA, MK, KY sudah menjalankan tugas mereka dengan baik dan benar, tetapi. Tugas yang baik dan benar tersebut sering dikalahkan oleh mafia hukum, mafia peradilan yang mencoba-coba main mata dengan petugas di pengadilan, bisa kita lihat sudah banyak orang-orang yang mencoba menyuap, menyogok di pengadilan seperti hakim, jaksa dan kepollsian. Sudah banyak orang-orang yang bermasalah dengan hukum ditahan, ditangkap dan dijebloskan ke tahanan hanya karena melakukan penyuapan.

“Negara kita berpedoman dan berdasarkan hukum keberadaan hukum harus tertinggi dalam hal penegakan hukum di negeri ini dalam bahasa hukumya disebut restat,”demikian kata Anggota Komisi III DPR RI Drs. H. Hasrul Azwar, MM kepada Warawan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Gedung Nusantara II Gedung DPR-RI Jalan Jenderal Gatot Subroto Senayan Jakarta.

Implementasi dalam negara hukum tidak mengenal stasus sosial, di depan hukum sama tanpa membeda-bedakan seseorang dengan orang lain. Dalam Sejarah Islam Nabi Muhammad SAW mengatakan, pemerintah harus bersikap tegas. Rasulullah berkata, seandainya Anakku Fatimah mencuri akan aku potong tangannya.

“Ini contoh paling mashur dalam sejarah Hukum Islam, apa yang telah dicontohkan Rasullullah Muhammad SAW, telah menyatakan dengan sikap tegas dan tidak melihat siapa yang bersalah apakah anak atau anggota keluarga Rasullullah tetap akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,”tutur H. Hasrul Azwar, MM Wakil Ketua BURT DPR RI.


Bahkan ucap H. Hasrul Azwar seperti kata Imal Welkan, kalaupun besok hari kiamat hukuman gantung itu tetap dilaksanakan, mantan Kepala Kejaksaan RI Baharuddin Lopa, SH juga pernah mengatakan, kalaupun besok langit akan runtuh hukum harus ditegakkan.  “Indonesia memiliki landasan Pancasila dan UUD 1945 di mana semua itu menjadi hukum bagai acuan, hukum sebagai pedoman alam melakukan kegiatan-kegiatan terutama bagi para penyelenggara negara, oleh karena itu penegak hukum harus menjadi suri tauladan bagi seluruh rakyat,”ungkap H. Hasrul Azwar, MM Anggota DPR RI Fraksi PPP dari Daerah Pemilihan Sumut I. Mansur Soupyan Sitompul.  
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com