Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Menaker Diminta Bertindak Dengan Membanjirnya Tenaga Kerja Kasar Asal China

Menaker Diminta Bertindak Dengan Membanjirnya Tenaga Kerja Kasar Asal China

Written By mansyur soupyan sitompul on Rabu, 22 Februari 2017 | 06.34


Senayan Jakarta-www.dutabangsanews.com I AKHIR-akhir ini kita dihadapkan kepada banyaknya tenaga kerja asing berasal dari RRC dideportasi oleh pihak Imigrasi, karena tidak memiliki surat-surat lengkap mengenai ijin secara lengkap tentang keimigrasian. Tidak itu saja di Bogor pihak Imigrasi di sana juga melakukan halsama memulangkan pekerja asal China, bahkan ada dari mereka diketahui menanam cabe lalu mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka ke pihak Imigrasi setempat.

Dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja (Menaker) diminta bertindak dengan membanjirnya tenaga kerja kasar asal China. Jika tidak memiliki ijin lengkap harus dipulangkan dan dicegah bagi yang akan masuk Indonesia. "Kemenaker harus mengecek status keberadaan pekerja asal China tersebut, apakah ada izin kerja atau tidak? Juga izin tinggal serta semua yang terkait dengan prosedur ketenagakerjaan," demikian kata Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Irgan Chairul Mahfiz, M. Si kepada Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Gedung Nusantara I Gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Agar perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja kasar asal China kata Irgan Chairul Mahfiz Politisi PPP ini, juga ikut diperiksa. Sebab perusahaan ini paling bertanggungjawab atas keberadaan pekerja tersebut. Karena masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia memiliki syarat yang diatur oleh undang-undang. Sebagai pengawas, Kemenaker harus memastikan proses masuknya tenaga kerja asing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Mereka sudah punya izin rekruitment apa tidak, kualifikasinya apa, tenaga kasar atau tenaga ahli, bisa berbahasa Indonesia atau tidak. ? Apakah tidak bisa untuk menggunakan tenaga lokal dan lain sebagainya," demikian kata Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Irgan Chairul Mahfiz, M. Si.

Agar Kemenaker tidak tinggal diam atau terkesan tak peduli. Sebab jika dibiarkan bisa berpotensi konflik dengan para calon Tenaga Kerja Indonesia yang sedang membutuhkan pekerjaan yang sama.


Seperti diketahui tenaga kerja kasar asal China datang bergelombang ke Bayah, Pandeglang, Banten. Selain itu juga ada yang berdatangan ke Papua. Jumlahnya mencapai ribuan. Disayangkan umumnya mereka adalah pekerja kasar alias tidak terdidik. Bahkan juga tidak bisa Berbahasa Indonesia. Mereka dipekerjakan pada proyek pembangunan industri yang sedang berlangsung di daerah tersebut. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com