Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » POM TNI Ikut Usut Penusukan dan Penyerudukan Maut di Kemayoran

POM TNI Ikut Usut Penusukan dan Penyerudukan Maut di Kemayoran

Written By mansyur soupyan sitompul on Minggu, 18 Juni 2017 | 20.43


Jakarta, Dutabangsanews.com - Jajaran POM TNI ikut menyelidiki rentetan kejadian di Kemayoran, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Dua peristiwa terjadi di lokasi yang berdekatan dalam selang waktu 4 jam.

"Masih diselidiki Denpom. Kepastiannya kita tunggu penyelidikan ya," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh dalam perbincangan dengan dutabangsanews, Senin (19/62017).

Denny menyatakan kasus tersebut diusut oleh pihak Pomdam Jaya. Namun Danpomdam Jaya Kolonel Supri saat dihubungi detikcom belum memberikan respon.



Dua peristiwa kekerasan terjadi pada Sabtu (17/6) tengah malam dan Minggu (18/6) dini hari. Peristiwa pertama adalah penusukan terhadap anggota TNI bernama Prada Ananda Puji Santoso. Lokasinya berada di belakang patung Ondel-ondel, Kemayoran. Pelakunya adalah sekelompok orang yang tengah aksi Sahur On The Road (SOTR).



"Saya tidak bisa mengatakan apakah ada kaitannya dengan penusukan sebelum ada hasil penyelidikan," tuturnya.
Prada Ananda yang terluka kemudian dibantu Kanit Intel Polsek Kemayoran dan dibawa ke RS Hermina Kemayoran. Sempat terjadi informasi simpang siur saat para rekan Prada Ananda hendak kembali ke RS namun tidak menjumpai Prada Ananda yang terluka di bagian pinggang kiri.

Peristiwa kedua terjadi sekitar 4 jam berikutnya yakni pukul 03.30 WIB, Minggu (18/6). Ada sekelompok orang yang menggunakan motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel.

Kemudian kelompok tersebut bergerak lagi menuju ke arah Jl. H. Jiung. Tak lama kemudian ada penyerangan yang terjadi terhadap anak-anak muda yang sedang nongkrong di Gang laler.

Kendaraan berjenis mobil Daihatsu Ayla itu lalu melintas dengan cara melawan arus berputar-putar di area patung ondel-ondel dengan kecepatan tinggi. Mobil itu lalu menabrak warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel itu.



Orang yang ada di mobil tersebut turun dan mengeluarkan tembakan ke atas lalu melarikan diri ke arah Ancol. Korban kejadian kedua ini bernama Andrian Dwi Nanda (18), tewas karena diseruduk mobil dan Abdul Qosim (32) yang kritis karena luka di kepala dan sekujur tubuh.

"Informasi sementara, korban dari sipil dikarenakan ketabrak mobil yang panik lewat di TKP. Mobil tersebut kabur, masih dalam pencarian pihak polisi. Namun kepastiannya sekali lagi kita menunggu hasil penyelidikan," ucap Denny.

Dari kesaksian, pelaku dalam kejadian penyerudukan mobil ini mengaku sebagai anggota TNI. Denny mengatakan pihaknya belum bisa memastikan adanya hubungan antara peristiwa penusukan Prada Ananda dengan kasus penyerudukan maut di gang laler.




Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto. Dia juga membantah dengan kabar yang menyebut pelaku penyerudukan adalah rekan dari Prada Ananda.

"Itu dalam penyelidikan. Belum bisa bilang. Itu yang masih dalam penyelidikan. Yang jelas belum (dipastikan), masih lidik," tegas Suyudi, Minggu (18/6). Red
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com