Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » » Kunjungan Tim PBB ke Rakhine Dibatalkan oleh Myanmar

Kunjungan Tim PBB ke Rakhine Dibatalkan oleh Myanmar

Written By mansyur soupyan sitompul on Kamis, 28 September 2017 | 19.49

Naypyitaw - 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan rencana kunjungantimnya keRakhine, negara bagian yang ditempati orangRohingya di Myanmar, dibatalkan oleh pemerintah Myanmar.
Sedianya tim PBB hendak melakukan kunjungan ke Rakhine untuk menyelidiki sebab-sebab ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak bulan lalu.
Juru bicara PBB di Yangon, Myanmar, Stanislav Saling mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Myanmar tidak memberikan alasan pembatalan kunjungan.
Pengungsi dalam negeri
Krisis kemanusiaan terbaru di Rakhine terjadi setelah gerilyawan Rohingya, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA), menyerang pos-pos polisi Myanmar pada akhir Agustus lalu yang sontak memicu serangan balik dari aparat militer Myanmar.
Orang Rohingya -kelompok minoritas yang tidak diakui sebagai warga negara Myanmar meskipun secara turun temurun telah menetap di negara itu- mengatakan bahwa militer Myanmar dan milisi Buddha melakukan kampanye brutal terhadap mereka.
Pihak berwenang menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa militernya memerangi kelompok 'teroris' Rohingya.
Sejak kekerasan terbaru, sekitar 400.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.
Mereka yang mengungsi dari desa-desa di Rakhine utara, tempat terjadinya kekerasan, juga meliputi warga Rakhine yang mayoritas beragama Buddha dan juga warga yang beragama Hindu. Sebagian besar mengungsi ke kota-kota di Rakhine sendiri, termasuk ibu kota Sittwe.
Badan-badan bantuan internasional meminta pemerintah Myanmar segera membuka akses ke Rakhine sebab sejak konflik terbaru pecah, pemerintah melarang badan-badan bantuan PBB dan LSM asing beroperasi di negara bagian yang terletak di bagian utara itu.
"Kami menyerukan kepada pemerintah dan pihak berwenang Myanmar untuk menjamin bahwa semua warga yang memerlukan di Negara Bagian Rakhine memiliki akses penuh bebas dan tanpa halangan untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan yang bisa menyelamatkan jiwa," kata koalisi LSM internasional, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.
Sejauh ini pemerintah memberikan wewenang kepada Palang Merah Myanmar, dengan bantuan Palang Merah Internasional, untuk menangani bantuan bagi warga Rakhine. Red
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com