Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa <<<::::::
Home » , » Kemensos Minta Bupati Lebak Keluarkan SK Tanggap Darurat Gempa Banten

Kemensos Minta Bupati Lebak Keluarkan SK Tanggap Darurat Gempa Banten

Written By duta bangsa on Rabu, 24 Januari 2018 | 20.07

Jakarta,Dutabangsanews.comBupati Lebak Iti Octavia Jayabaya diminta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat menyusul Gempa Banten. Dengan begitu, bantuan untuk para korban akan jauh lebih baik lagi.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya untuk membantu korban gempa. Kemensos sudah mengirimkan 200 tenda untuk warga yang membutuhkan.

"Ada 200 tenda gulung, tenda keluarga yang bs dimanfaatkan untuk masing-masing satu keluarga. Tagana akan bantu inventaris siapa keluarga yang butuh tenda," ujar Harry dalam perbincangan, Kamis (25/1/2018).

Harry menyebut, pihaknya tidak akan membuat penampungan permanen. Namun akan membantu korban yang rumahnya rusak dengan membangun kembali rumahnya itu.

"Kita harus siapkan hunian tetap. Kalau Pemkab cepat bisa invetrasis, maka kemensos akan bantu rumah hunian kembali. Untuk rusak berat maksimal Rp 30 juta. Nanti harus diverifikasi lagi," jelas Harry.

Kemensos memang hanya menyediakan Rp 30 juta per rumah yang rusak berat. Bila dananya kurang, maka dana bantuan dari instansi lain bisa dimanfaatkan.

"Harus kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti di Aceh dulu kan. Tapi yang (bencana gempa) di Banten skalanya sangat luas dan menyebar. Perlu diinvetaris," terang Harry.

Gempa di Banten memang turut dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Bahkan terdapat rumah warga di Bogor yang rusak akibat gempa tersebut.

Bantuan penampungan sementara juga ada dari instansi lain, seperti TNI dan BNPB. Kemensos menurut Harry akan memberi tambahan tenda bila memang dirasa kurang.

"Ada tenda baru, satu tenda besar, bisa disekat-sekat jadi beberapa ruangan. Kita pertimbangan kalau memang perlu seperti itu. Bisa untuk tinggal 4 keluarga," sebutnya.

Sejauh ini, Kemensos juga belum melihat perlunya dibangun MCK untuk warga-warga di penampungan. Apalagi banyak warga yang rumahnya masih bisa ditempati memberi bantuan untuk korban yang rumahnya rusak.

"Kami lihat di titik-titik penampungan tadi masih bisa di rumah tetangga, warga setempat. Kalai dalam camp pengungsian bila diperlukan, nanti ada tambahan. Tapi belum dilihat sejauh itu kebutuhannya," papar Harry.

"Solidaritas dan gotong royong di Lebak masih bagus. Yang terkena korban tidak ditelantarkan, bahkan yang dikunjungi pak menteri tinggal sama saudara," sambungnya.

Personel Tagana pun masih akan berada di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak gempa hingga tidak diperlukan lagi. Setidaknya, ada 1.000 personel tagana yang turun membantu korban gempa Banten.

"Tagana kan orang lokal, pemuda-pemuda yang sudah dilatih di Kecamatan, kelurahan, desa setempat. Tinggal mobilisasi penanggulangan kedaruratan," ucap Harry.

Kemensos menyoroti soal belum dikeluarkannya status tanggap darurat menyusul bencana gempa ini. Harry mengatakan, pihaknya sudah meminta agar Bupati Iti segera mengeluarkan SK Tanggap Darurat agar bantuan yang dikeluarkan bisa lebih maksimal.

"Saat ini bupati belum menetapkan SK Tanggap Darurat, tadi kami sudah ingatkan ke bu Bupati untuk percepat agar segera mengeluarkan SK. Sehingga mobilisasi kebutuhan terpenuhi," tutupnya. Red
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com