Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Perjalanan Drs. H. Khatibul Umam Wiranu, M. Hum: Melangkahkan Kaki Dari Purwokerto Jawa Tengah Menuju Senayan Jakarta

Perjalanan Drs. H. Khatibul Umam Wiranu, M. Hum: Melangkahkan Kaki Dari Purwokerto Jawa Tengah Menuju Senayan Jakarta

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 02 Maret 2018 | 07.07


Kota Depok-MASA kecilnya yang indah dan bahagia bersama kedua orang tua dan saudara kandungnya di kampung halaman, di Purwokerto Jawa Tengah, ternyata sangat terkesan dan membekas hingga kini dalam benaknya. Masa kecil 50 tahun silam tidak hanya terkesan dan membekas, tetapi. Membuat karakter dan kepribadiannya matang serta  tegar, tidak berlebihan kalau dikatakan bak sebuah pohon di mana akarnya menghujam ke perut bumi. Siapakah tokoh tersebut.? Beliau adalah Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat

Drs. H. Khatibul  Umam Wiranu, M. Hum. Bagaimana H. Khatibul Umam Wiranu  menjalani masa kecilnya.? Kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com diceritakannya.

“Saya lahir dari keluarga sederhana di sebuah Kecamatan Cilong Banyumas, bapak saya seorang Pejuang Hisbullah, Pejuang Kemerdekaan RI dan Ibu saya seorang guru ngaji dan pedagang. Seiring perjalanan waktu, ketika itu ada Maklumat Wakil Presiden RI Mohammad Hatta, bagi para mantan pejuang ikut angkat senjata di Hisbullah maupun di laskar-laskar pejuang lain, yang memenuhi syarat dan tamat SR, bisa diterima sebagai Anggota ABRI, itu awalnya bapak berkarier sebagai ABRI,”demikian kata Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Drs. H. Khatibul  Umam Wiranu, M. Hum Suami Tercinta Mar’atus Sa’adah Kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com, bertempat di kediamannya di Kota Depok Provinsi Jawa Barat.

Khatibul Umam Wiranu anak ke sebelas dari duabelas bersaudara, saat bapaknya dinas, ibunya tentu agak repot mengurus anak-anak tercintanya, jalan yang ditempuh orang tuanya adalah menitipkan sebagian anak-anak termasuk Umam ke saudara mereka Pakde Sanrohim dan Bude Karsih jarak satu rumah dengan rumah mereka. Suatu kali keluarga pakdenya pindah ke desa lain, dengan demikian. Umam ikut pakdenya, di mana kelak pakde dan bude orang tua asuhnya. Tentu ada dua orang tua berjasa pada diri Umam yaitu kedua orang tua kandung dan kedua orang tua asuh pakde dan budenya.  

“Sejak saya TK dan SD ikut sama pakde dan bude di kampung, aktivtas sore menjelang magrib hingga Isya mengaji bersama teman-teman, teman-teman SD hingga kini kami sering bertemu dan bersilaturahim, seperti anak kampung lainnya saat kecil kami main di sungai, di sawah, kalau kita bandingkan dengan anak-anak sekarang perubahannya jauh, saat ini nyaris tidak ada anak-anak mengaji habis magrib, kalaupun ada guru ngajinya yang datang ke rumah,”ujar H. Khatibul  Umam Wiranu ayah 4 orang anak lahir di Purwokerto Jawa Tengah 10 Februari 1966.

Umam sangat mengenang masa kecilnyaketika para siswa rumahnya berdekatan maka dibentuk kelompok belajar sebanyak 7 orang dan bergantian belajarnya di rumah ketujuh orang siswa itu. Suatu kali SD mereka ambruk saat jam istrahat, yang ambruk hanya tiga kelas, tidak ada korban jiwa. Jalan yang ditempuh pihak sekolah agar siswa tetap belajar adalah, tiga rumah warga dijadikan kelas. Artinya apa. Bahwa antara pihak sekolah, orang tua murid dan masyarakat bahu-membahu, bersatu menampung para murid. Tidak hanya itu, saat sekolah mulai dibangun pemerintah banyak bapak-bapak dan anak-anak muda ikut membantu, sehingga kualitas bangunan sekolah lebih baik.

“Saat ini saya melihat nyaris tidak ada rasa peduli, bahu membahu, gotong royong kalau ada sekolah ambruk, masyarakat mengatakan itu mah urusan negara, padahal tidak demikian. karena selama ini nyaris tidak ada interaksi antara guru dengan masyarakat. Untuk itu masyarakat harus terlibat dalam pendidikan,”tutur H. Khatibul Umam Wiranu Anggota Komisi VIII DPR RI Putera Muhammad Amin dan Ibu Tercinta Samroh.

Bagaimana awalnya seorang H. Khatibul Umam Wiranu mengenal organisasi, menurutnya, saat sekolah PGA Negeri Purwokerto Umam sudah tertarik dan aktif di OSIS PGA dan organisasi ekstra sekolah yaitu IPNU Ranting Raden Patah sampai sekarang masih ada di Purwokerto, walau kapasitasnya di organisasi tersebut hanya sebagai anggota “penggembira” semata, tapi. Paling tidak, pelan tapi pasti seorang Umam sudah mulai tertarik dengan dunia organisasi.

Banyak SLTA pernah disinggahi Umam dan sekolah di sana salah satunya SMA Cirebon, pindah ke SMA Aji Barang, terakhir Madrasyah Aliyah Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Benda Kecamatan Sirampok Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Balik lagi Aliyah di Pondok Pesantren Mbah Maimon dimulai dari kelas 1, 2 dan kelas 3, setelah lulus Umam memilih Kota Gudeg Yogyakarta Kuliyah di IAIN Sunan Kalijaga Jususan Sastra Arab.

Saat Kuliyah di IAIN Sunan Kalijaga tahun 2000 semester empat Umam pindah ke IKIP Rawamangun Jakarta, di kampus barunya Umam lebih banyak mencurahkan bakatnya di dunia jurnalistik, apalagi IKIP saat itu memilkii majalah bulanan khusus kalangan mahasiswa bahkan Umam tampil sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Didaktita Kampus IKIP Rawamangun. Teman-teman sekampus yang sama-sama kost ketika itu seperti Ulil, Amsar, Supardi, Ahmad Baso, tanpa direncanakan mereka mendirikan Kelompok Study 164 Jakarta.

Pengalaman organisasi Khatibul  Umam Wiranu bisa dikatakan lebih dari cukup, Umam pernah menjabat Ketua PB PMII tahun 1994-1997, 1997-2000, Pendiri KONTRAS tahun 1998, Anggota Badan Pekerja Forum Demokrasi 1998-2000, Ketua PP GP ANSOR tahun 2005-2010, Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP Insan Muda Demokrat Indonesia  2010-2015.

Dengan bekal organisasi yang dimiliki H. Khatibul  Umam WiranuAlumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Filsafat, pada pemilu tahun 1999 terpilih sebagai Anggota DPR RI dari F-PKB tahun 2000-2004, karena ada beda pemikiran dengan PKB saat itu, Umam mengundurkan diri dari PKB dan bergabung ke Partai Demokrat Besutan Susilo Bambang Yudhoyono, Umam terpilih menjadi Anggota DPR RI  tahun 2009-2014, dan terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI dari Partai Demokrat tahun 2014-2019 Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII meliputi Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com