Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Ojek Pangkalan Pabuaran Bojonggede : Mencari Rp 50 Ribu Sehari Repot Harus Menjadi Perhatian Bupati Bogor Mendatang

Ojek Pangkalan Pabuaran Bojonggede : Mencari Rp 50 Ribu Sehari Repot Harus Menjadi Perhatian Bupati Bogor Mendatang

Written By mansyur soupyan sitompul on Kamis, 12 April 2018 | 06.30


Suharto atau Betrik 
Matsani 

“Saya menjalani pekerjaan ojek pangkalan di sini sudah berkisar 15 tahun setahu saya menekuni ojek pangkalan ini, tidak ada kendala. Tetapi, akhir-akhir ini dengan adanya ojek online sepertinya kami sulit meraih penghasilan, tentu. Dengan adanya ojek online beroperasi tentu sangat berpengaruh kepada kami ojek pangkalan, pengaruhnya penghasilan kami menurun untuk keluarga di rumah,”demikian kata Matsani Tukang Ojek Pangkalan Pabuaran kepada Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com dan Tabloid DUTA bertempat di Pangkalan Ojek Desa Pabuaran Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor.  

Memang sih, sudah rejeki ojek online ada pengguna jasa ojek onlie dengan memesan dari rumah ke ojek tersebut, lalu dijeput ke rumah pengguna ojek online tersebut, tentu bagi ojek pangkalan hal ini mengurangi penumpang atau sewa mereka berdampak pada berkurangnya penghasilan mereka sebagai ojek pangkalan. Kalau dulu masyarakat di sekitar Desa Pabuaran mereka “tublek” ke pangkalan ojek pangkalan tempat mereka mencari rejeki, tapi. Sekarang sudah berubah, penumpang dari rumah bisa memesan ojek online.

“Di Pangkalan Ojek Pabuaran Bojonggede saat ini mencari Rp 50 ribu sehari repot dengan adanya ojek online, dengan penghasilan segitu tentu penghasilan segitu sangat kurangbagi keluarga di rumah di mana anak-anak sedang sekolah,”tutur Matsani. 

Antisipasi yang dilakukan Matsani dalam menghadapi masalah ini adalah sabar, tentu kalau pihaknya melakukan tindakan dengan melakukan pengusiran dan tindakan lainnya, hal itu tentu tidak mungkin, terhadap keluarganya terutama istrinya, penghasilan kecil atau banyak tetap diterima karena penghasilannya segitu jumlah yang ada.   

Hal senada juga dikatakan Soleh rekan Matsani sesama ojek pangkalan di tempat yang sama, menurut Soleh, dengan adanya ojek online beroperasi di Wilayah Kabupaten Bogor ternyata berdampak tidak baik terhadap penghasilan mereka sebagai ojek pangkalan, penghasilan menurun, penghasilan jauh dari cukup, hal ini dialami oleh sesama rekan-rekan mereka di pangkalan ojek Pabuaran.

“Keluarga dalam hal ini istri saya tidak pernah protes dan tidak pernah merasa berkecil hati dengan penghasilan yang saya peroleh, mereka menerima saja,”tutur Soleh.

Tetapi, Soleh masih mempunyai usaha lain yaitu jual bensil atau pertalite eceran, hasilnya lumayan untuk tambah-tambah rejeki dan biaya anak-anak sekolah,kendati tidak seberapa tetapi bermamfaat bagi keluarga di rumah.”Saya jual bensin, pertalite eceran ini jauh-jauh hari sebelum ojek online ada,”ucap Soleh yang juga Ketua RT ini.

Dengan adanya ojek online beroperasi mau tidak mau, suka tidak suka para ojek pangkalan di berbagai tempat dan pangkalan harus mengurut dada dengan menurunnya pendapat, penghasilan mereka, di sisi lain barang-barang kebutuhan pokok terus meroket harganya, hal ini sangat dirasakan oleh ojek pangkalan. Di sisi lain penghasilan ojek pangkalan tetap statis  grafik penghasilannya tidak naik. 
    
“Dengan adanya ojek online tentu mengurangi pendapatan atau penghasilan kami para ojek pangkalan di Pangkalan Ojek Desa Pabuaran, tentu merugikan buat kami dengan adanya ojek online tersebut, seperti biasanya kita dapat income lebih, tapi. Sekarang penghasilan kami  menurun,”ungkap Suarto akrab disapa dengan sebutan Betrik.
Di sisi lain istrinya dengan merasa berkecil hati dengan begitu drastisnya penghasilan suaminya dalam bekerja sebagai tukang ojek, istri maupun anak-anaknya menerima apa adanya penghasilan yang sudah daiperjuangkan, dicari suami atau ayah mereka dalam menjalankan tugasnya mencari nafkah. Yang jelas para tukang Ojek Pangkalan Desa Pabuaran Bojonggede menurun penghasilan mereka dengan adanya ojek online.
Menurut pendapat Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com dan Tabloid DUTA BANGSA kepala daerah atau Bupati Bogor hasil pilkada serentak 2018 sebaiknya harus memikitrkan, harus berbuat untuk membangun ekonomi masyarakat di kabupaten ini terutama di sektor informal seperti para saudara kita tukang ojek serta masyarakat lainnya di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Semoga. Mansur Soupyan Sitompul.      

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com