Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM : Badan Ekonomi Kreatif Secara Kelembagaan Hanya Ada Di Pusat

Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM : Badan Ekonomi Kreatif Secara Kelembagaan Hanya Ada Di Pusat

Written By mansyur soupyan sitompul on Senin, 01 Oktober 2018 | 12.47




Senayan Jakarta-KOMISI X DPR RI belum lama ini melaksanakan rapat kerja dengan Badan Ekonomi Kreatif atau Bakref. Dalam rapat tersebut Wakil Ketua X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM hadir dalam acara komisi tersebut. Usai acara rapat komisi, Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com mewawancarai Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM menilai, kinerja Badan Ekonomi Kreatif, kalau badan ini banyak inovasi, banyak turun ke bawah tentu masyarakat di negeri ini  membutuhkan  badan ini. Apalagi di era ekonomi global saat ini terkesan tidak menguntungkan, di sisi lain Bakref ini keberadaannya di daerah hanya sebagai penopang. Sementara masyarakat kita daya kreatif dan inovasinya tinggi dengan membuka otlet-otlet kuliner dan masyarakat kita mengapresiasinya dengan baik terhadap kuliner-kuliner yang ada saat ini,   

“Tentu perlu hadirnya pemerintah, pemerintah itu siapa Badan Ekonomi Kreatif ini, sayang secara kelembagaan badan ini hanya ada di pusat, sedang di provinsi juga hanya nempel di suatu dinas, sedang keberadaan di kabupaten dan kota makin tidak jelas lagi Badan Ekonomi Kreatif ini. Bahkan, Badan Ekonomi Kreatif ini tidak disebut dinas atau yang punya eselon,”demikian kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih., MM kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Gedung Nusantara I Gedung DPR RI Jalan Jenderal Gatot Subroto Senayan Jakarta.

Dalam UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah perlu bahwa Badan Ekonomi Kreatif ini secara substansi bisa berkomunikasi dengan Kemendagri, agar keberadannya jelas di mana posisinya. Kalau belum ada badan atau dinas yang bisa menampung badan ini, jalan yang harus ditempuh badan ini adalah memperbanyak MoU dengan institusi lainnya yang ada di provinsi, kabupaten dan kota. Tujuannya, agar program-program badan ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.      

Di sisi lain dalam hal pemberian modal ke masyarakat ujar H. Abdul Fikri Faqih nyaris belum bisa dirasakan masyarakat luas, bahkan pihak Badan Ekonomi Kreatif menilai bahwa badan yang mereka kerjakan bukan invesmen sosaity tetapi saving sosaity. Karena masyarakat kita adalah masyarakat penabung. Jadi, ada Rp 6 ribu triliun ada di perbankan. Sementara di modal ventura hanya berkisar Rp 11 triliun.

“Yang harus diingat bahwa saat ini pasar itu bukan hanya berupa toko, outlet atau grei biasa disebut market please, tetapi saat ini orang melakukanjual beli dan transaksinya sudah melalui online, menguplout foto, lalu dipajang,selanjutnya akan ada melihat lalu komunikasilah antara pembeli dan penjual, itulah dunia online saat ini,”ungkap H. Abdul Fikri Faqih Anggota Fraksi PKS DPR RI. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com