Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Buyung Sitompul : Dugaan Kecurangan Itu Pasti Ada

Buyung Sitompul : Dugaan Kecurangan Itu Pasti Ada

Written By mansyur soupyan sitompul on Kamis, 09 Mei 2019 | 20.18



Senayan Jakarta-www.dutabangsanews.com I PEMILU 17 April 2019 sudah berlalu, tetapi. Di sana-sini masih banyak menyisakan berbagai macam persoalan dan tragedi secara nasional, karena. Di sana-sini banyak menyisakan persoalan. Sebut saja banyaknya di berbagai TPS di kabupaten, kota di berbagai provinsi di negeri ini yang diulang. Belum lagi habis surat suara dan terendam dan hancurnya tempat pencoblosan, karena terbuat dari kardus. 

Belum lagi banyaknya Anggota KPUD, Bawaslu, KPPS maupun personil polisi meninggal dunia, setidaknya ada 554 orang lebih meninggal dunia, sementara petugas penyelenggara pemilu yang sakit hingga saat ini berjumlah 3.788 orang.Tentu, sebuah angka yang tinggi, angka yang besar dengan banyaknya anak negeri ini meninggal dunia dan petugas penyelenggara pemilu yang dirawat di rumah sakit. Bagaimana pula kabar terdengar tentang hiruk pikuk pemilu dari Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut. Inilah wawancara Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com dengan Ketua DPD Tk II Partai Golkar Buyung Sitompul. 

Menurut Ketua DPD Tk II Partai Golkar Buyung Sitompul, antusias Masyarakat Tapanuli Tengah tentu sama antusiasnya dengan masyarakat adi berbagai kabupaten dan kota lain di berbagai provinsi dinegeri ini. Artinya. Usai sarapan masyarakat di kabupaten ini ramai-ramai pergi ke TPS di mana nama nama mereka terdaftar. Lalu mereka seperti biasa menyalurkan suara hak politiknya di bilik suara siapa calon anggota DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD RI hingga calon Presiden dan Wakil Presiden RI. 

“Dalam perjalanannya pasca pemilu 17 April 2019 hampir semua partai politik di Tapteng kecewa, belum lama ini saat berada di KPUD Provinsi Sumut, saat itu ada rapat pleno dan hasil rapat pleno tersebut seluruh partai politik di Tapteng, tetapi tidak ada yang menandatanganinya, hanya satu partai politik yang menandatangani hasil rapat pleno tersebut yaitu Partai NasDem,”demikian kata Ketua DPD Tk II Partai Golkar Buyung Sitompul kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Gedung Nusantara I Gedung DPR RIjalan Jenderal Gatot Subroto Senayan Jakarta. 

Hampir rata-rata partai politik di Tapteng itu kecewa ucap Buyung Sitompul, terhadap prilaku penyelenggara pemilu di Tapteng, untuk menyuarakan ini Partai Golkar bergabung dengan Partai Gerindra dan PKPI, tentu dengan tidak adanya mayoritas partai politik menandatangai hasil rapat plenotersebut, tentu ada sesuatu di Tapteng dan menjadi pertanyaan masyarakat di kabupaten ini. Untuk itu Buyung Sitompul berharap Komisi II DPR RI dan Pemerintah Pusat harus memberikan perhatiannya ke Tapteng, dengan melihat dari dekat. 

“Jumlah kursi di DPRD Tapteng berjumlah 35 kursi, periode 2014-2019 Partai Golkar memiliki 6 kursi di dewan, pada pemilu 17 April 2019 periode 2019-2024 Partai Golkar hanya meraih 4 kursi, ada penurunan peraihan kursi di DPRD, sedang Partai NasDem awalnya memiliki 1 kursi pada periode 2014-2019, dari hasil rapat pleno yang saya baca Partai NasDem mendapat 14 kursi di DPRD Tapteng,”tutur Buyung Sitompul. 

“Apakah ada dugaan para pengurus partai politik di Tapteng diduga bahwa Partai NasDem melakukan kecurangan,”tanya wartawan media ini. 

“Perlu saya jelaskan bahwa, Ketua Partai NasDem Bupati Tepteng menjabat saat ini, jadi. Kalau melihat dari situ dugaan kecurangan itu pasti ada, tentu kita pertanyakan, kenapa hanya 1 kursi tiba-tiba menjadi 14 kursi, tentu hal itu sesuatu sangat drastis, sangat luar biasa, dengan demikian partai politik di Tapteng sangat-sangat kecewa mendalam, berita ini sudah menyebar dan viral di Tapteng, sama-sama kita tahu bahwa diduga ada keterlibatan kepala desa, ASN, perlu kita cermati bersama, untuk itu Komisi II DPR RI dan Pemerintah Pusat harus melihat dan turun ke Tapteng ,melakukan pengamatan bila perlu investigasi kenapa hal itu sampai terjadi,”ungkap Ketua DPD Tk II Tapanuli Tengah Buyung Sitompul. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com