Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » » Komunitas XTatto Ingin Bertemu dengan UAS dan Ustaz Evie Effendi

Komunitas XTatto Ingin Bertemu dengan UAS dan Ustaz Evie Effendi

Written By mansyur soupyan sitompul on Rabu, 06 November 2019 | 19.36

Bandung Barat,dutabangsanews.com I Ketua Komunitas XTatto Budiyanto berharap bisa bertemu dan mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Abdul Somad atau Ustaz Evie Effendi. Kedua ulama tersebut dirasa paling pas untuk kaum marjinal binaannya.

"Semua ustaz bagus, kewajiban kita selaku orang biasa memuliakan alim ulama, bukan menghina atau mencecarnya," kata Atok, sapaan akrab Budiyanto, di kediamannya, Rabu (6/11/2019).

"Banyak ustaz yang bagus, seperti Ustaz Syafiq Basalamah, Adi Hidayat, tapi hanya Ustaz Abdul Somad atau Evie yang penyampaiannya mudah dicerna anak-anak (binaannya)," kata Atok melanjutkan.

Menurut Atok, saat ini ada sekitar 800 anggota masyarakat terpinggirkan yang dibina oleh FK XTatto yang didirikannya sejak 2013 lalu. Komunitas itu memberdayakan kaum marjinal agar bisa diterima masyarakat, sekaligus mendalami syariat agama.

Proses pembinaan dilakukan di Rumah Singgah FK XTatto yang berada di pojok gang sempit di Jalan Ciburial, Desa Margajaya, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Banyak ulama yang pakaian dan bahasannya tinggi, kalau anak-anak yang baru belajar hijrah belum bisa mencerna yang begitu. Kami hanya punya mimpi untuk bisa bertemu dengan beliau-beliau (ustaz UAS dan Evie), kalau Allah berkehendak," katanya.

Atok memberikan pendekatan khusus kepada mereka dan mengenalkan nilai-nilai agama Islam.

"Saya tanamkan ke anak-anak, jangan balas cibiran orang dengan kejelekan. Tapi tunjukkan sisi baik kita. Saya sendiri yakin, sebrengseknya seseorang, dia punya sisi baik, itu yang mesti kita berikan sama orang lain," katanya.

"Hubungan dengan Tuhan itu mudah, lewat zikir atau salat. Yang sulit itu hubungan dengan manusia, bagaimana mereka (peserta binaan) bisa menghadapi pandangan dari orang-orang di sekitarnya," ujar Atok melanjutkan.RED
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com