Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » Ketum MUI Miftachul Akhyar yang Suarakan 'Jaga NKRI' hingga Peta Corona

Ketum MUI Miftachul Akhyar yang Suarakan 'Jaga NKRI' hingga Peta Corona

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 27 November 2020 | 13.18

 

Jakarta, dutabangsanews.com I - Miftachul Akhyar resmi didaulat menjadi Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) menggantikan Ma'ruf Amin. Miftachul Akhyar dikenal sebagai sosok ulama yang kerap menyerukan persatuan hingga sempat mendesak pemerintah membuka peta sebaran COVID-19 sampai tingkat kampung.

Dilansir dari situs NU online, Jumat (27/11/2020), Miftachul Akhyar merupakan sosok yang lahir dari tradisi NU. Dia pun mengabdi di NU sejak usia muda hingga mengemban puncak kepemimpinannya sebagai Rais Aam PBNU.

Miftachul Akhyar merupakan pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Putra dari KH Abdul Ghoni itu lahir pada 1953 dan merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Sejumlah jabatan pernah diemban oleh Miftachul Akhyar di antaranya Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU hingga akhirnya menjadi Rais Aam PBNU.

Saat menjadi Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar sempat mengajak warga NU untuk selalu mengevaluasi metode gerakan NU menghadapi perubahan zaman. Hal ini disebabkan perubahan zaman yang penuh dengan persaingan yang ketat di era Revolusi Industri.

Pada Februari 2020 lalu, Miftachul sempat bicara di acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat. Kala itu, dia mengajak nahdliyin untuk berkumpul di Jakarta dalam rangka jelang 1 abad NU. Seperti diketahui, pada saat itu belum ada kasus Corona di Indonesia.

Kala itu dia memastikan tak ada pidato politik saat nahdliyin berkumpul di Jakarta. Yang ingin dia tekankan adalah semangat menjaga NKRI. Miftachul ingat, pada saat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin PBNU, sebanyak 2 juta warga NU berkumpul di Jakarta.

"Di zaman Gus Dur, saat beliau memimpin PBNU, Parkir Timur dipenuhi kurang-lebih 2 juta warga nahdliyin-nahdliyah. Kami sudah matur (bilang) kepada Bapak Presiden, di sana tidak akan ada pidato politik. Hanya mengatakan jaga NKRI," ucap Miftachul pada 27 Februari 2020 lalu.RED

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com