Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » UMKM Di Kelurahan Bojongsari Kota Depok Diharapkan Mampu Menggerakkan Ekonomi Dengan Sistem Pemasaran Digital Atau Online Di Tengah Wabah Pandemi

UMKM Di Kelurahan Bojongsari Kota Depok Diharapkan Mampu Menggerakkan Ekonomi Dengan Sistem Pemasaran Digital Atau Online Di Tengah Wabah Pandemi

Written By mansyur soupyan sitompul on Minggu, 06 Maret 2022 | 12.04

 

Kelurahan Bojongsari Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I DI era wabah pandemi saat ini, banyak saudara-saudara kita diberhentikan dari tempat kerjanya, bahkan. Tidak sedikit dari mereka di PHK dari tempat kerja mereka, sehingga. Hidup saat ini terasa sulit, makin bertambah sulit, di sisi lain. Di tengah kesulitan tersebut keluarga tetap melanjutkan hidupnya hari ini dan besok, sementara sebagai suami, sebagai ayah sebagai tulang punggung keluarga statusnya menganggur. Bagaimana keluarga bisa bertahan hidup dengan kondisi sulitnya menjalani hidup hari ini. Jalan tengah yang harus dilakukan adalah menekuni UMKM untuk menopang ekonomi keluarga.

"Menjawab semua keluhan warga dalam hal sulitnya dalam menjalani hidup di tengah wabah pandemi saat ini, ada UMKM sebagai penopang ekonomi keluarga. Ada 5000 UMKM Kota Depok, hal itu adalah janji Pak Walikota, dengan tumbuhnya UMKM ini diharapkan akan menggerakkan ekonomi warga, akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diingat. Bahwa saat ini UMKM kita masih memiliki kelemahan yaitu dalam hal pemasaran produksi atau marketing produk, produk dihasilkan terus. Tapi, ke mana produk itu dipasarkan, tentu hal ini menjadi sebuah kendala yang harus dicari jalan keluarnya, kita ingin. Antara produk dan pemasaran berjalan seiringan, berjalan dengan baik agar tetap berjalan baik,"demikian kata Lurah Bojongsari Ilham, SE kepada Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Kantor Lurah Bojongsari Jalan Raya Bogor Ciputat Kelurahan Bojongsari Kecamatan Bojongsari Kota Depok Provinsi Jawa Barat. 

Yang selama ini terjadi adalah tutur Lurah Bojongsari Ilham, SE, produksi terus dilakukan, tetapi. Pihaknya merasa khawatir tentang bagaimana produk tersebut bisa dipasarkan dengan baik, sehingga memiliki multiplayer effeck yang baik bagi pelaku UMKM di Kelurahan Bojongsari. Untuk mencaro jalan keluarnya Ilham mencoba membangun komunikasi, membangun diskusi dengan Kadis UMKM Kota Depok, bagi pelaku UMKM. Jangan hanya pelatihan membuat produk, tapi. Harus juga digiatkan pelatihan bagaimana penasaran produk tersebut. Tetapi, kalau hanya sebatas pembuatan produk dan produknya tidak dijual lalu buat apa produk tersebut. 

Karena, menurut pantauan Lurah Bojongsari sering kali UMKM menggelar pelatihan, tapi hanya sebatasan pelatihan membuat produk. Sehingga, ketika produk yang dihasilkan ini memasuki tahap pemasaran, akhirnya merasa bingung mau ke mana produk ini dipasarkan. Misalnya ada pelatihan membuat roti, pertanyaannya adalah. Ke mana roti ini dipasarkan. Upaya ke depan sebaiknya para pelaku UMKM tetap melakukan pelatihan membuat produk, tetapi. Harus ada juga pelatihan memasarkan produk tersebut. Jadi, kalau pelatihan UMKM digelar harus ada juga pelatihan pemasarannya, dengan begitu. Para pelaku UMKM bisa menggerakkan ekonomi warga di tengah wabah pandemi saat ini. Apalagi saat ini sistem pemasaran produk tidak hanya melalui pemasaran konvensional, tetapi. Ada sistem pemasaran digital atau online. Artinya, dengan pemasaran digital atau online, seseorang pelaku UMKM tidak harus keluar rumah, tapi. Cukup di rumah sembari berselancar dengan laptop atau ponsel android di rumah. Dengan adanya pemasaran digital atau online, hal ini sangat membantu para pelaku UMKM lebih efektif memasarkan produk mereka. 

"Tapi, kalau pelaku UMKM tidak diberikan arahan, tidak diberikan bimbingan dalam hal pemasaran dalam bentuk digital atau online, tentu akan sulit. Jadi, pelaku UMKM harus dilatih, harus diberikan pelatihan atau bimbingan, dengan demikian. Mereka akan bisa memasarkan produk yant dihasilkan tersebut dan sampai ke tangan konsumen, untuk menggapai ini tentu harus ada mentornya, harus ada gurunya,"terang Lurah Bojongsari Ilham, SE. 

Untuk Komunitas UMKM di Kelurahan Bojongsari lapar Lurah Bojongsari Ilham, SE, saat ini komunitas UMKM di kelurahan ini tetap berjalan, tetap lahir dan bergerak. Tetapi, keberadaan UMKM di kelurahan ini tidak begitu booming, produknya ada yang dititipkan di warung-warung, ada di online juga ada pusat perbelanjaan belum seperti apa yang diinginkan. Wartawan media ini menanyakan peran kelurahan. Kata Lurah Bojongsari peran kelurahan hanya sebatas pelatihan kepada pelaku UMKM. Saat ini jumlah pelaku UMKM di Kelurahan Bojongsari berjumlah ditataran 40 UMKM, dari mulai bakso, kripik, jus dan berbagai kuliner juga ada. 

"Harapan Lurah Bojongsari," tanya wartawan media ini

"Harapan saya kepada para pelaku UMKM, dengan adanya pemasaran produk UMKM, tentu akan lebih baik dan lebih menjangkau apalagi kalau dilakukan dengan sistem pemasaran digital atau pemasaran online, dengan adanya wabah pandemi ini orang banyak berada di rumah dari pada di luar. Di sinilah peran pemasaran digital atau online, sehingga produk yang dihasilkan memiliki tempat pemasaran dan produk laku dijual, sehingga UMKM tumbuh dan menggerakkan ekonomi warga di tengah wabah pandemi saat ini,"jelas Lurah Bojongsari Ilham, SE sembari mengakhiri keterangannya kepada wartawan media ini. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com