Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

8 Wilayah yang Boleh Mudik Lokal

Written By mansyur soupyan sitompul on Senin, 19 April 2021 | 12.38

 

Jakarta, dutabangsanews.com I Pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik jelang momen Idul Fitri atau lebaran 2021, terhitung sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Meski begitu, ada pengecualian 8 wilayah yang boleh mudik lokal.

Mudik menjadi sebuah tradisi yang melekat bagi masyarakat Indonesia di berbagai daerah, terlebih bagi mereka yang merantau dari kampung halaman untuk mengadu nasib dan mencari pekerjaan. Namun sejak pandemi corona (COVID-19) melanda, pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penularan dan meningkatnya kasus harian baru.

Lalu mana saja 8 wilayah yang boleh mudik lokal? Berikut penjelasannya.

1. Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro)

2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)

3. Bandung Raya

4. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi

5. Jogja Raya

6. Solo Raya

7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila)

8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Sebanyak 8 wilayah yang boleh mudik lokal tersebut disebut berada dalam wilayah Aglomerasi. Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (8/4/2021). Budi menggunakan istilah wilayah aglomerasi terkait daerah mana saja yang warganya diizinkan melakukan mudik lokal.RED

Kapuspen Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program TNI

 

Jakarta, dutabangsanews.com I TNI buka suara mengenai vaksin Nusantara yang menimbulkan polemik. TNI menegaskan vaksin Nusantara bukanlah program TNI.

Bahwa program vaksin Nusantara bukanlah program dari TNI," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Senin (19/4/2021).

Achamd Riad menyebutkan, sesuai dengan sikap pemerintah terkait berbagai bentuk inovasi dalam negeri seperti vaksin dan obat-obatan untuk penanganan COVID-19, TNI akan selalu mendukung. Menurutnya, TNI akan mendukung program vaksin Nusantara dengan sejumlah catatan.

"Telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan BPOM, sehingga harus ada 3 kriteria penting yang harus dipenuhi, yaitu keamanan, evikasi, dan kelayakannya," ucapnya.

"Dan penggunaan fasilitas kesehatan dan tenaga ahli kesehatan atau peneliti akan diatur dengan mekanisme kerja sama sebagai dasar hukum atau legal standing dan tanpa mengganggu tugas-tugas kedinasan atau tugas pokok kesatuan," katanya.RED

SMA Negeri 14 Kota Depok Membutuhkan Sentuhan Kongkrit Kemendikbud Serta Pemprov Jawa Barat


Kecamatan Beji Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I SMA Negeri 14 Depok adalah salah satu SLTA baru di kota ini, tentu. Sebagai sekolah baru harus berbenah dan banyak yang harus dibenahi di sana-sini. Keuletan, kekuatan dan kebersamaan dan tim kerja adalah salah satu jalan tengahnya agar sekolah baru berdiri ini bisa kokh dan survive untuk melanjutkan tupoksinya membangun pendidikan anak negeri berdomisili di kota ini, melayani Warga Depok dalam bidang pendidikan sebagai bekal anak-anak untuk membangun kelak masa depannya. Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Prapanca Adi, S. Pd., M. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com.

“Keberadaan SMA Negeri 14 adalah sekolah baru, kebutuhan sekolah di Depok itu masih jauh kalau melihat jumlah SMP yang ada di kota ini, untuk menjawab kebutuhan tersebut maka dibentuklah, didirikanlah SMA Negeri 14, saat ini di SMA Negeri 14 ada 20 guru di antaranya 4 PNS sisanya masih honor, TU juga ada 4 masih honor juga, terus terang dana operasional kami sangat minim, kami berharap orang tua dan wali murid bisa memahaminya,”demikian kata Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Prapanca Adi, S. Pd., M. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SMA Negeri 14 Kelurahan Beji Timur Kecamatan Beji Kota Depok Jawa Barat belum lama ini.


Ada organisasi Komite Sekolah SMA Negeri 14 di dalamnya ucap Prapanca Adi, S. Pd., M. Pd, di dalam komite sekolah ada korlas-korlas dalam realisasinya ada berbagai informasi dan kegiatan korlas, kepada orang tua dan wali murid mohon direspon. Saat ini SMA Negeri 14 masih memiliki kelas 10, karena sekolah baru berdiri, sekolah ini belum memiliki kelas 11 dan kelas 12. Saat ini SMA Negeri 14 memilki empat rombel, dua IPA dan dua IPS, masing-masing rombel berjumlah 36 siswa-siswi.

“Apa kendala yang dihadapi selama sekolah ini berdiri,”tanya wartawan media ini.


“Kendala yang kami hadapi adalah tentang honor guru, karena keadaan keuangan kami pas-pasan, dana operasional kami ada dua sumber yaitu Dana BOS dari Kemendikbud dan Dana BOPD dari Pemprov Jawa Barat. Seperti Anda lihat alat-alat elektronik di sini

(SMA Negeri 14) adalah pinjaman semua dan beberapa mobiler adalah statusnya masih kredit, untuk semester 1 kemarin piur kami punya hutang,“tutur Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Prapanca Adi, S. Pd., M. Pd.


Saat ini SMA Negeri 14 ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Prapanca Adi, S. Pd., M. Pd masih menumpang di Gedung Sekolah SMP 5, di mana selama ini Kecamatan Beji belum punya sekolah sekelas SMA Negeri, dengan adanya SMA Negeri di Beji tentu menambah khasanah Warga Beji untuk sekolah di SMA Negeri 14. Jadi PPDB 50% adalah sistem zonasi jarak rumah calon siswa dengan sekolah. Berdirinya SMA Negeri 14 di Beji Depok hal ini adanya aspirasi dan desakan Warga Kecamatan Beji mendesak Pemprov Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan agar ada sekolah SLTA di kecamatan ini, akhirnya berdirilah SMA Negeri 14 di Kecamatan Beji Kota Depok. Mansur Soupyan Sitompul.

Pasni, S.Pd : Wacana Belajar Tatap Muka Bulan Juli 2021 Dalam Kelas Bersama Guru Dan Murid Lebih Maksimal Serta Lebih Murah

Written By mansyur soupyan sitompul on Sabtu, 17 April 2021 | 23.40


Kelurahan Duren Seribu Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I PENDIDIKAN kita saat ini berbeda dengan sebelum wabah pandemi, saat ini kita dihadapkan kepada sistem pendidikan belajarnya melalui pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Guru tetap mengajar dari sekolah sedangkan murid menerima pelajaran dari rumah. Tetapi, apakah epektif dan siswa-siswi bisa mengerti akan pelajaran yang disampaikan guru melalui media WA atau zoom. Artinya, saat murid belajar tatap muka di kelas, tidak semua murid memahami pelajaran yang disampaikan guru tersebut. Saat ini ada wacana Bulan Juli 2021 akan ada belajar tatap muka antara guru ddan murid di dalam kelas. Bagaimana tanggapan Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 Pasni, S.Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com dijelaskannya.

Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 Pasni, S.Pd mengatakan, dengan adanya wacana belajar tatap muka di dalam kelas antara murid dan guru, pihaknya di SDN Duren Seribu 1 sangat setuju dengan wacana ini. Karena, belajar tatap muka di dalam kelas itu yang diharapkan guru, murid, orang tua dan wali murid maupun pihak sekolah mendukung adanya wacana belajar tatap muka ini. Di sisi lain guru dan murid saat ini mereka rindu akan belajar, terutama para murid. Mereka rindu gurunya, kepala sekolahnya, teman-temannya dan rindu akan sekolah tempat mereka belajar.


“Belajar tatap muka di dalam kelas bersama guru dan murid lebih maksimal, lebih murah bila di banding dengan belajar daring, mudah-mudahan rencana Pemerintah Kota Depok untuk belajar tatap muka di dalam kelas terealisasi, terwujud dengan baik kami sebagai Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 menyambut baik wacana ini sembari menunggu Bulan Juli 2021 mendatang,”demikian kata Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 Pasni, S. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN Duren Seribu 1 Kelurahan Duren Saribu Kecamatan Bojongsari Kota Depok Jawa Barat. Kemarin Jumat 16 April 2021.


Guru-guru dan semua perangkat sekolah ucap Pasni, S. Pd sudah siap dan menyambut gembira untuk melaksanakan, menjalankan belajar tatap muka di dalam kelas bersama para murid, pihaknya saat ini tinggal menunggu instruksi Kepala Daerah Kota Depok dalam hal ini Dinas Pendidikan. Di sisi lain, pihaknya juga sudah menyiapkan fasilitas pendukung untuk belajar tatap muka tersebut. Seperti sarana cuci tangan di air mengalir dengan sabunnya, alat pengukur suhu tubuh, masker, hand sanitizer, menyempot ruangan serta mengedepankan menjaga jarak, menghindari kerumunan, yang jelas SDN Duren Seribu 1 mengedepakan protokol kesehatan.


Dalam kesehariannya tutur Pasni, S. Pd pihaknya akan membatasi pra orang tua yang mengantar anak-anak mereka hanya sampai di pintu gerbang, orang tua dan wali murid tidak diperkenankan masuk ke halaman sekolah untuk menghindari adanya potensi kerumunan. Sedangkan metode siswa yang bisa mengikuti belajar tatap muka di dalam kelas bersama guru sistemnya menurut kabar yang beredar 50%-50%, yang jelas akan dilihat nanti setelah Bulan Juli mendatang. Yang jelas pihaknya tetap menunggu pemberitahuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Dalam konteks saya sebagai Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 kita rindu akan adanya berbaris melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin, kita juga rindu akan ucapan salam dari anak-anak, rindu melihat para siswa-siswi berseragam merah putih, tentu semua kita rindu akan suasana sekolah bersama para murid, mudah-mudahan belajar tatap muka belajar di dalam kelas pada Bulan Juli ini bisa terwujud,”demikian ungkap Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 1 Pasni, S.Pd mengakhiri wawancaranya dengan wartawan media ini. Mansur Soupyan Sitompul.

Andi Suhandi, S.Pd : Guru SDN Ratujaya 2 Kota Depok Sudah Divaksin Siap Menyambut Belajar Tatap Muka Di Dalam Kelas

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 16 April 2021 | 14.01


Kelurahan Ratujaya Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I AWAL Januari 2021ada wacana akan ada belajar tatap muka antara guru dan murid di dalam kelas, hal itu tentu disambut para murid dan guru serta para orang tua dan wali murid dengan sukacita. Tetapi, keinginan tinggal keinginan, karena kondisi Depok saat itu belum memungkinkan untuk belajar tatap muka. Saat ini muncul lagi wacana akan ada belajar tatap muka di dalam kelas antara guru dan murid di Bulan Juli 2021, bagaimana tanggapan Kepala Sekolah SDN Ratujaya 2 Andi Suhandi, S.Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com dijelaskannya.

Menurut Kepala Sekolah SDN Ratujaya 2 Andi Suhandi, S.Pd, Alhamdulillah kita bersyukur, karena adanya wacana untuk belajar tatap muka. Karena, pembelajaran jarak jauh atau PJJ banyak sekali kekurangan-kekurangannya, terutama dalam belajar para siswa tidak bisa maksimal dalam menyerap pelajaran tersebut. PJJ ini sangat terasa dan sangat tidak sesuai terutama bagi siswa-siswi yang tidak memiliki handpond atau Hp. Di sisi lain para guru juga sudah lama dan ingin belajar dengan tatap muka dengan para murid di dalam sebuah kelas. Karena, boleh sesuatu itu tergantikan teknologi tetapi yang namanya guru tidak bisa tergantikan oleh apapun dan pihak SDN Ratujaya 2 siap menyambut belajar tatap muka di dalam kelas.
.

“Dalam konteks adanya wacana untuk belajar tatap muka di dalam kelas, guru-guru di SDN Ratujaya 2 semua sudah divaksin, tentu hal ini menciptakan iklim lebih baik dalam hal protokol kesehatan, tetapi ada yang memilki penyakit tertentu sehingga harus ditunda dulu vaksinnya, di sisi lain pendukung protokol kesehatan jauh-jauh hari sudah kami siapkan yaitu penyemprotan ruang kelas, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, alat pengukur suhu atau termogan, masker, harus menjaga jarak dan menghindari kerumunan,”demikian kata Kepala Sekolah SDN Ratujaya 2 Andi Suhandi, S. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN Ratujaya 2 di Bilangan Jalan Inpres Ratujaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Jawa Barat. Kemarin Kamis 15 April 2021.


Di Bulan Januari 2021 ucap Andi Suhandi, S. P ada himbauan Pemerintah Kota Depok bahwa dana BOS sekolah dibelanjakan untuk penanganan wabah pandemi pihaknya sudah melakukan himbauan tersebut. Kenapa tidak jadi ketika Bulan Januari kemarin tidak jadi murid dan guru belajar tatap muka, mungkin Kota Depok zonanya belum bersahabat di sisi lain para guru ketika itu belum divaksin. Kalau sekarang para guru sudah divaksin, sehingga protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik.


“Harapan saya semoga belajar tatap muka di dalam kelas nanti bisa terwujud, bisa terlaksana dengan baik, bisa berjalan dengan baik, apa yang diinginkan oleh guru, murid, orang tua dan wali murid untuk belajar tatap muka di dalam kelas bisa terlaksana, semoga para guru dan para murid serta keluarga sekolah tetap sehat dan selalu mengedepankan protokol kesehatan,”ungkap Kepala Sekolah SDN Ratujaya 2 Andi Suhandi, S.Pd. Mansur Soupyan Sitompul.

Mujaya, S.Pd : Membekali Siswa-Siswi Kelas 6 Dalam Menghadapi Ujian Serta Menggelar Program Pesanteren Ramadhan SDN Cipayung 2 Kota Depok


Kelurahan Cipayung Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I SISWA-siswi kelas 6 SDN Cipayung 2 tidak lama lagi akan memasuki ujian dan tidak lama lagi pula anak-anak kelas 6 ini akan meninggalkan sekolah mereka, di mana mereka dididik, digembleng, diajarkan berbagai pendidikan, di mana ilmu yang mereka miliki tersebut akan menjadi bekal mereka kelak di masa depan, di masa yang akan datang. Untuk itu Kepala Sekolah dan Para Guru SDN Cipayung 2 berusaha sebaik mungkin serta memberikan terbaik kepada anak didik mereka di sekolah ini terutama anak kelas 6 yang akan menempuh jenjang pendidikan SLTP atau Madrasah Syanawiyah atau pendidikan pondok pesanteren.

Kepala Sekolah SDN Cipayung 2 Mujaya, S.Pd mengatakan, SDN Cipayung 2 dalam waktu dekat akan melakukan agenda tahunan yaitu menggelar Pesanteren Ramadhan. Tetapi, sebelum masuk ke pesanteren ramadhan tersebut, pihaknya ingin menyampaikan informasi tentang keberadaan siswa kelas 6 SDN Cipayung 2 tidak lama lagi akan memasuki masa ujian sekolah. Ujian ini dilaksanakan oleh pihak sekolah semuanya termasuk tanggungjawabnya. Di mana ujian untuk kelas 6 tersebut akan dilaksanakan minggu depan. Pihaknya mencoba untuk melatih anak dengan memberikan pelatihan, di mana pelatihan tersebut dilaksanakan hari ini (Kemarin Kamis 15 April 2021 red) mencoba dengan tiga mata pelajaran.


“Sengaja menggunakan daring bahwa ujian sekolah seperti ini ujian tersebut di mana besok Jumat 16/421 sebagai hari kedua juga dengan tiga mata pelajaran, kami sengaja menggunakan daring agar anak-anak memahaminya dan saya sudah konfirmasi ke guru wali kelas 6 bahwa anak-anak sudah siap mengikuti ujian dengan menggunakan sistem sistem daring,”demikian kata Kepala Sekolah SDN Cipayung 2 Mujaya, S. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN Cipayung 2 di Bilangan Jalan Cipayung Citayam Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Kota Depok Jawa Barat. Kemarin Kamis 15 April 2021.


Di samping itu pihaknya di SDN Cipayung 2 ucap Mujaya, S. Pd dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1442 H, akan melaksanakan Program Pesanteren Ramadhan untuk menambah wawasan anak didik dalam hal Bulan Puasa di Bulan Suci Ramadhan, bagaimana tata cara berpuasa yang sebenarnya menurut Islam yang lebih baik. Nah, pihaknya akan mengembangkan Program Pesanteren Ramadhan SDN Cipayung 2 selama lima hari tentu Program Pesanteren Ramadhan ini akan menambah pengetahuan para anak didik di sekolah ini.


Program Pesanteren Ramadhan SDN Cipayung 2 ucap Kepala Sekolah Mujaya, S. Pd, didukung oleh komite sekolah, orang tua dan wali murid, juga acara ini didukung oleh semua Guru SDN Cipayung 2. Dengan demikian, kelak anak-anak murid di sekolah ini akan memiliki wawasan tentang Agama Islam. Juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Pihaknya mengharapkan hasil dari Program Pesanteren Ramadhan ini menjadikan anak-anak yang sholah dan sholehah.

“Dalam hal penceramah maupun yang memberikan materi tentang Program Pesanteren Ramadhan SDN Cipayung 2 semua dari perangkat SDM sekolah, karena. Banyak guru-guru di sekolah ini berasal dari pondok pesanteren, jadi. Sangat membantu suksesnya program sekolah berbasis agama ini,”tutur Kepala Sekolah SDN Cipayung 2 Mujaya, S.Pd. Mansur Soupyan Sitompul.

PLT Kepala Sekolah SDN Cipayung 1 Kota Depok H. Zainal Arifin, M. Pd Sangat Mengapresiasi Wacana Belajar Tatap Muka Di Dalam Kelas Bulan Juli 2021 Mendatang

Written By mansyur soupyan sitompul on Kamis, 15 April 2021 | 17.13


Kelurahan Cipayung Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I WACANA Bulan Juli 2021akan ada belajar tatap muka antara guru dan murid, tentu membuat para guru, murid dan orang tua dan wali murid sangat senang mendengarnya. Karena, selama ini pembelajaran jarak jauh atau PJJ dijadikan sistem belajar antara guru berada di sekolah dan murid berada di rumah dipastikan para murid tidak semua bisa mengerti dan faham akan pelajaran yang diterangkan guru. Karena, belajar tatap muka di kelas selama ini mata pelajaran yang diterangkan guru di kelas belum tentu semua siswa-siswi mengerti akan pelajaran tersebut. Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com mewawancarai PLT Kepala Sekolah SDN Cipayung 1 H. Zainal Arifin, M. Pd.

PLT Kepala Sekolah SDN Cipayung 1 H. Zainal Arifin, M. Pd mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya wacana pada Bulan Juli 2021 akan ada tatap muka belajar di dalam kelas antara guru dan murid, di mana selama ini sistem belajar siswa-siswi memakai sistem PJJ. Apalagi di bulan tersebut adalah tahun ajaran baru dan sekolah menerima siswa baru kelas 1. Di samping itu kalau selama ini dengan memakai sistem PJJ guru maupun murid dan orang tua sudah jenuh dengan sistem ini.


“Tentu sistem belajar PJJ itu kurang epektif, tentu sistem belajarnya tidak seperti belajar tatap muka di dalam kelas, sistem belajar tatap muka secara utuh di dalam sebuah kelas belum tentu itu anak menerima pelajaran 100%, apalagi secara firtual atau PJJ. Sekali lagi saya ucapkan sangat mengapresiasi belajar tatap muka Bulan Juli 2021 mendatang,”demikian kata PLT Kepala Sekolah SDN Cipayung 1 H. Zainal Arifin, M. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN Cipayung 1 di Bilangan Jalan Jembatan Serong Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Kota Depok Jawa Barat. Hari ini Rabu 15 April 2021.


Biasanya ucap H. Zainal Arifin, M. Pd di mana selama ini kita dihadapkan kepada sistem belajar PJJ dan akan beralih ke sistem belajar tatap muka, tentu akan ada pemberitahuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, kalaupun Bulan Juli 2021 mendatang akan ada belajar tatap muka di dalam kelas, tentu sekolah harus menyiapkan protokol kesehatan. Dan SDN Cipayung 1 jauh-jauh hari sebelumnya sudah menyiapkan yang namanya masker, tempat cuci tangan, penyemprotan kelas, menjaga jarak, alat pengukur suhu tubuh dan juga dispektan.


Belajar tatap muka di Juli 2021 nanti ungkap H. Zainal Arifin, M. Pd, tentu ttidak semua siswa bisa masuk, belajarnya di kelas bersama guru harus 50% dari jumlah siswa di sekolah tersebut, ruangan kelas di sekolah harus cukup, ruangan ini tentu akan menjadi kendala. Karena, tidak semua sekolah memiliki ruangan yang banyak untuk belajar para siswanya. Jalan tengahnya adalah diatur jam masuknya, sehingga semua siswa-siswi bisa belajar dengan baik.

“Wabah pandemi ini keberadaannya di tengah-tengah kita sudah setahun lebih, harapan saya semoga wabah ini hilang atau pergi dari sekeliling atau lingkungan kita, semoga para Guru SDN Cipayung 1 berserta para murid-muridnya serta orang tua dan wali murid tetap sehat serta bisa menjalani hidup dan kehidupan di keadaan saat ini,”demikian papar PLT Kepala Sekolah SDN Cipayung 1 H. Zainal Arifin, M. Pd. Mansur Soupyan Sitompul.
 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com