Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Pemerintah Akan Gunakan GeNose C19 di Stasiun Senen

Written By mansyur soupyan sitompul on Sabtu, 23 Januari 2021 | 15.43

 


Jakarta, dutabangsanews.com I Pemerintah melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana akan menggunakan alat screening virus Corona (COVID-19) melalui hembusan nafas atau GeNose C19 pada awal bulan depan di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Budi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi terkait rencana tersebut dengan Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenkes, Gugus Tugas, akan memberikan izin untuk menggunakan (GeNose C19), diikuti Kemenhub akan membuat surat edaran. Kita rencanakan di kereta api mulai tanggal 5 Februari," kata Budi saat meninjau penerapan GeNose C19 di stasiun Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2021).

Budi menuturkan penggunaan alat GeNose C19 ini juga akan diterapkan di tempat transportasi umum lainnya secara bertahap. Budi mengatakan penerapan didahulukan di Stasiun Senen agar tidak membebani biaya yang dikeluarkan para calon penumpang untuk melakukan tes virus Corona.

"Bertahap, setelah itu pesawat terbang. Kereta Api dulu, karena Kereta Api ini tarifnya rendah, jadi kalau antigen lebih mahal dari tarifnya kan kasihan penumpang," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai cara kerja dan proses alat GeNose C19 untuk menscreening virus Corona sangat mudah dan cepat. Luhut ingin ke depan para calon penumpang yang hendak bepergian tidak lagi dibebani dengan biaya tes virus Corona.

"Jadi kita berharap tarif ini kalau bisa di bawah Rp 20 ribu (perorang satu kali tes). Karena makin banyak digunakan. Jadi pesawat terbang seperti yang dikatakan pak Budi itu juga akan segera kita lakukan. Saya hanya duduk sebentar sambil nunggu tiup sudah bisa kalau kau nggak lulus ya pulang kau, kan gitu aja," ujar Luhut.RED

 


Jakarta, dutabangsanews.com I Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus Corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. Doni mengetahui dirinya positif COVID-19 setelah melakukan tes usap.

"Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif COVID-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," tutur Doni dalam siaran pers dari BNPB, Sabtu (23/1/2021).

Kepala BNPB tersebut kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Doni, yang baru kembali dari Mamuju, Sulbar, Jumat (22/1) sore, menuturkan selama ini begitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

"COVID-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini, saya meminta masyarakat agar jangan kendur dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," tuturnya.RED

KNKT: Kompleksitas Tergantung Penemuan CVR

 

Jakarta, dutabangsanews.com I Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengunduh data flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ182. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan data FDR terunduh dengan baik dan tidak ada kerusakan.

"Jadi FDR itu sudah berhasil kita unduh secara utuh, semua data baik, tidak tercorrupted," kata Soerjanto, ketika dihubungi, Jumat (22/1/2021).

Soerjanto mengatakan ada 370 parameter yang ditemukan, namun belum dijelaskan parameter apa yang dimaksud. Dia juga menyebut ada data 18 penerbangan yang terekam dalam FDR itu.

"Ada 370 parameter, ada sekitar 18 penerbangan yang terecord di situ, jadi kita sedang pelajari dari data-data yang ada di FDR itu," ujarnya.

Namun, KNKT masih memerlukan cockpit voice recorder (CVR) yang menjadi bagian dari kotak hitam pesawat. Soerjanto mengatakan analisis tidak akan utuh jika tanpa CVR.

"Kita belum bisa bilang berapa lama penyelidikan, kalau belum ketemu CVR-nya, jadi kompleksitasnya tergantung dari ketika ketemu CVR kita cocokkan datanya, mungkin perlu pemeriksaan laboratorium segala macem. CVR sangat penting, itu pasangan, ya memang harus dua-duanya supaya lengkap, supaya analisanya tepat, nggak asumsi," ucapnya.RED

Tersangka Dugaan Korupsi Asabri: Lebih dari 2 Orang

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 22 Januari 2021 | 19.37

 

Jakarta, dutabangsanews.com I Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PT Asabri. Kejagung memastikan dugaan tersangka dalam perkara PT Asabri ini lebih dari 2 orang.

"Saya pastikan lebih dari dualah," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah kepada wartawan, di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2021).

Kendati demikian, Febrie enggan memerinci identitas tersangka yang masuk pusaran kasus Asabri ini. Dia pun belum mau menyebutkan kapan waktu yang pasti untuk mengungkapnya.

"Itu nanti (tersangka). Belumlah tergantung nanti keputusan," tuturnya.

Febrie mengungkap saat ini pihaknya sedang mendalami siapa saja pihak-pihak yang bertransaksi di kasus korupsi Asabri. Dari situ, penyidik akan mengidentifikasi transaksi yang menyimpang dan menghitung kerugian keuangan negara.

"Yang jelas di Asabri, ini kan sedang kita perdalam. Para pihak yang bertransaksi di situ dan anak-anak lagi identifikasi ada berapa transaksi-transaksi itu yang menyimpang. Ini yang dikerjasamakan dengan teman-teman auditor BPK untuk menghitung kerugian," katanya.

Diketahui, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan kasus dugaan korupsi di PT Asabri kini ditangani Kejagung. Burhanuddin menyebut ada kesamaan antara kasus itu dan skandal Jiwasraya yang sudah lebih dulu diusut kejaksaan.RED

Harapan Lurah Rangkapan Jaya Baru Kota Depok Mudah-mudahan Ekonomi Kita Pulih Kembali Dan Roda Perekonomian Berjalan Di Tengah Wabah Pandemi


Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I BISA disebutkan bahwa tahun 2020 adalah tahun sulit, tahun duka dan tahun menyedihkan. Bagaimana tidak, karena tahun itu dimulai datangnya wabah pandemi yang sangat mematikan ini, banyak masyarakat negeri ini meninggal dunia akibat serangan virus ini. Tidak hanya itu saja. Di kalangan pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di Indonesia, harus meninjau ulang pekerjaan dan program yang sudah dicanangkan, sudah diprogramkan, tetapi. Ditarik kembali, hal ini disebabkan oleh wabah pandemi ini. Demikian dahsyatnya wabah pandemi hingga kini wabah ini masih ada di sekeliling kita tanpa wujud dan tanpa kita ketahui. 

Lurah Rangkapan Jaya Baru Zayadi, S. Sos., M. Si mengatakan, untuk pekerjaan atau program tahun 2020, banyak pekerjaan dan program tahun 2020, tetapi banyak juga pekerjaan atau program tersebut ditunda. Hal ini disebabkan oleh wabah pandemi hingga kini masih “gentayangan” di sekeliling kita. Pada tahun 2020, kelurahan ini memiliki anggaran sebesar Rp 2,7 miliar, hanya beberapa item yang dicairkan, karena. Nyaris semua anggaran dipakai untuk wabah pandemi ini, ada yang dilakukan pihak kelurahan yaitu berupa pelatihan dan itupun hanya satu kegiatan saja. 

“Yang lain seperti RTH tetap ada dan gaji para pegawai kelurahan, sedangkan untuk tahun 2021 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru meng-anggarkan Rp 2 miliar lebih, tetapi titik dari anggaran tersebut diperuntukkan untuk non fisik, juga ada pelatihan-pelatihan dalam rangka untuk pemberdayaan ekonomi warga di kelurahan ini,”demikian kata Lurah Rangkapan Jaya Baru Zayadi, S. Sos., M. Si kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di Kantor Lurah Rangkapan Jaya Baru Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Provinsi Jawa Barat. 


Sebagaimana tema kita pada saat musrembang kemarin ujar Lurah Rangkapan Jaya Baru Zayadi, S. Sos., M. Si meningkatkan infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi di era pandemi ini. Yang akan dilaksanakan seperti budi daya ikan konsumsi, pengelohan makanan dan pelatihan UKM khusus untuk masalah pemasaran untuk e-comes. Sedangkan untuk bangunan fifik kelurahan ini meng-anggarkan Rp 500 juta alokasinya untuk peningkatan jalan. 


Kenapa pihaknya menganggarkan cuma dua tutur Lurah Rangkapan Jaya Baru Zayadi, S. Sos., M. Si ,karena untuk musrembang ini, pihaknya tidak hanya menganggarkan anggaran musrembang, tetapi. Ada juga aspirasi baik tingkat pusat, provinsi maupun kota. di sisi lain pada tahun 2020 ada aspirasi dari Anggota DPRD Fraksi PPP dalam hal pengaspalan jalan dengan nilai anggaran Rp 5 miliar. Untuk itu, pihaknya mengharapkan kegiatan non fisik dan kegiatan fisik yang terkaver di musrembang dapat dilanjutkan anggota dewan berasal dari daerah pemilihan 3 Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. 

“Merujuk tahun 2020 tentu banyak pekerjaan dan program yang tertunda,”tanya wartwan media ini. 


“Ia banyak, justru ada kegiatan yang kita laksanakan sekarang. Dulu ada, Tapi anggarannya terserap oleh wabah pandemi dan kita menjadualkan tahun 2021, semoga tidak ada kendala lagi seperti tahun lalu, anggaran keserap untuk wabah ini. Dalam hal kendala bukan kita mengkambinghitamkan wabah ini, tapi kembali ke anggaran pemkot hingga kini masih terbatas. Untuk itu harapan saya mudah-mudahan ekonomi kita pulih kembali, roda perekonomian berjalan, ekonomi masyarakat berjalan dan wabah ini hilang dari sekeliling kita, bahkan dari NKRI, itu harapan saya,”pungkas Lurah Rangkapan Jaya Baru Zayadi, S. Sos., M. Si. Mansur Soupyan Sitompul.

Pembelajaran Di SDN Rangkapan Jaya Selama Covid Masih Memakai Media PJJ


 
Kelurahan Rangkapan Jaya Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I TAHUN 2020 memang sudah berlalu dari hadapan kita. Tapi, tahun 2020 menjadi catatan tersendiri bagi kita semua, di mana tahun itu banyak pekerjaan atau program yang sudah terlaksana, tetapi. Banyak juga pekerjaan atau program yang masih belum terlaksana, bahkan pekerjaan tersebut dipending. Hal ini disebabkan oleh wabah pandemi yang begitu mematikan. Hingga kini, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di negeri ini, terus menekan jumlah masyarakat terpapar wabah pandemi ini. 

Semua masalah menimpa negeri ini disebabkan wabah pandemi ini, lihat saja. Semua pekerjaan dan program banyak ditunda, karena anggarannya tersedot oleh wabah pandemi ini. Jadi, pekerjaan dan program yang tertunda atau dipending tahun 2020, tentu akan dilanjutkan di tahun 2021 tahun ini. Tentu, bisa dikatakan tahun 2020 adalah tahun sulit bagi negeri ini dalam menjalani kehidupan masyarakat negeri ini sehari-hari. 


Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd mengatakan, dalam hal kegiatan-kegiatan sekolah tetap dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku dari dinas pendidikan. Dalam hal program-program sekolah tetap dijalankan, artinya. Kita mengikuti sesuai keadaan yang terjadi saat ini yaitu wabah pandemi ini. 


“Dalam konteks belajar mengajar tatap muka di rruang kelas seperti biasa, hal ini banyak usulan dari orang tua dan wali murid untuk melaksanakan belajar tatap muka di ruang kelas seperti biasa, antara murid dan guru. Tetapi, keinginan orang tua dan wali murid tersebut tidak bisa diwujudkan karena wabah pandemi ini masih sangat mengkhawatirkan, untuk itu para murid SDN Rangkapan Jaya bersama murid sekolah lainnya tetap belajar dengan sistem PJJ,”demikian kata Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN Rangkapan Jaya Jalan Caringin No.. 2 Kelurahan Rangkapan Jaya Kota Depok Provinsi Jawa Barat. 

Kendala yang dialami selama tahun 2020 ucap Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd, banyak orang tua murid yang tidak memiliki alat komunikasi seperti ponsel untuk media PJJ. Di sisi lain, kendala yang dihadapi adalah ada orang tua murid yang memiliki telpon seluler, tetapi. Orang tuanya bekerja dan tidak punya waktu untuk PJJ anaknya, apalagi ponsel tersebut dibawa kerja, sehingga anak tidak bia mengikuti pelajaran. Bahkan, ada orang tua yang tidak bisa membimbing langsung anaknya dalam mengikuti pelajaran. 


“Solusi yang kita tawarkan adalah bagi orang tua yang tidak memiliki alat komunikasi ponsel, atau orang tuanya tidak bisa mengajari anak-anak mereka untuk PJJ atau orang tua yang ponselnya dibawa kerja, orang tuanya datang ke sekolah mengambil tugas-tugas untuk anak-anak mereka, agar tetap bisa mengikuti mata pelajaran seperti anak-anak lain. Dan tugas tersebut diberikan setelah satu minggu diberikan ke guru wali kelas masing-masing,”tutur Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd. 

Saat ini ungkap Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd dalam hal sarana dan prasana sekolah sangat kurang, kendati demikian pihaknya berusaha untuk memperbaiki sarana dan prasarana tersebut, sarana dan prasana sekolah tersebut adalah kekurangan meja, kursi anak didik, di sisi lain Dinas Pendidikan Kota Depok sudah pernah meninjau sekolah ini dan Kepala Sekolah SDN Rangkapan Jaya Umardani, S. Pd sudah melaporkannya, kemungkinan di masa depan akan direalisasikan, mengingat SDN di Kota Depok banyak dan juga perlu perhatian. Mansur Soupyan Sitompul.

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Jalani Swab

 

Jakarta, dutabangsanews.com I Kegiatan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, bakal dilakukan pagi ini. Keluarga korban dan kru Sriwijaya Air pun tampak sudah mulai berdatangan ke JICT II.

Dari Pantauan, Jumat (22/1/2021), kawasan JICT II sudah ramai oleh keluarga korban pada pukul 05.40 WIB. KRI Semarang tampak masih bersandar di pelabuhan.

Tidak hanya itu, terlihat juga personel dari Basarnas, TNI AL, dan crew Sriwijaya Air Group.

Rencananya, keluarga korban akan diantar ke lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 untuk melaksanakan tabur bunga demi menghormati korban. Mereka dijadwalkan berangkat menggunakan KRI Semarang pada pukul 06.00 WIB.

Namun, mereka harus melakukan swab antigen terlebih dahulu sebelum masuk ke KRI Semarang. Tes antigen sendiri disediakan di tenda berwarna merah agar keluarga korban bisa melakukan tes.

Salah satu keluarga korban, Suparno, menanggapi kegiatan tabur bunga ini. Suparno masih berharap agar jenazah saudara-saudaranya berhasil diidentifikasi.

"Saya kan belum ketemu juga belum teridentifikasi, semoga segera ketemu adik dan kakak saya. Atas nama Suyanto (kakak) dan Riyanto (adik). Saya masih berharap. Kita ngikutin pihak Sriwijaya aja sih," ujar Suparno saat ditemui di lokasi.RED

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com