Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » » Mamfaatkan Area Traffic Control System BPTJ Kelola Pergerakan Arus MUdik Dan Arus Balik Lebaran Tahun 2019 Di Beberapa Simpang Jalan Nasional Jabodetabek

Mamfaatkan Area Traffic Control System BPTJ Kelola Pergerakan Arus MUdik Dan Arus Balik Lebaran Tahun 2019 Di Beberapa Simpang Jalan Nasional Jabodetabek

Written By mansyur soupyan sitompul on Senin, 20 Mei 2019 | 22.36




Jakarta-www.dutabangsanews.com I KEBIJAKAN satu arah (one way) di jalan tol Japek-Brebes, rencananya akan diimplementasikan untuk mengatasi kepadatan yang terjadi saat arus mudik, demikian pula untuk arus balik (Palimanan-Japek) sebagai salah satu daerah bangkitan pergerakan masyarakat pada saat mudik dan tujuan sebagian besar masyarakat pada aruss balik nanti, diperlukan upaya untuk dapat mengelola pergerakan masyarakat. 

Pemamfaatan ATCS (Area traffic control system) menjadi salah satu alternatif akan digunakan Badan Pengelola Transfortasi Jabodetabek (BPTJ) dalam mengelola pergerakan kendaraan, baik yang akan menuju pintu-pintu tol, maupun memilih memamfaatkan jalan-jalan nasional di Jabodetabek dalam perjalanan mudik maupun balik lebaran. Kepala BPTJ Bambang Prihantono mengatakan, melalui pemamfaatan ATCS atau system kendali lalu lintas kendaraan ini, arus lalu intas pada suatu persimpangan dapat dimodifikasi siklus lalu lintasnya untuk mengurangi jumlah tundaan yang terjadi pada persimpangan tersebut. 

“Akan kita pantau terus nanti melalui control room, sehingga ketika terjadi antrian panjang, kita bisa ubah siklusnya supya sirkulasi kendaraan di simpang yang mengalami antrian panjang dapat terurai,”demikian kata Kepala BPTJ Bambang Prihantono. 

Bambang menyampaikan jika hingga saat ini, setidaknya terdapat 54 lokasi titik simpang di jalan nasional yang telah dilengkapi dengan system kendali lalu lintas kendaraan ini, selain itu. System ATCS BPJ juga taerintegrasi dengan CC Room Dishub Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor dan CC Room Dishub Kabupaten Bogor. 

“Melalui ATCS akan kita atur supaya tidakterjadi hambatan pada saat arus kendaraan para pemudik melintas di jalan nasional di Jabodetabek,”tutur Bambang. 

Lbih lanjut Bambang mengatakan, melalui pemamfaatan ATCS ini diharapkan nantinya tidak hanya dapat mengatur arus kendaraan di jalan nasional, namun juga dapat mengelola arus kendaraan yang hendak manuju pintu-pintu tol melalui ATCS yang terdapat di simpang-simpang jalan nasional terdekat. 

Jika mengacu pada beberapa pengalaman pelaksanaan angkutan angkutan lebaran, kepadatan arus kendaraan juga akan terjadi pada titik-titik masuk wilayah Jabodetabek.“Pengaturan tetap memperhatikan kendaraan-kendaraan dari timur yang akan masuk Jabodetabek pada saat mudik lebaran, begitu pula nanti pada saat arus balik,”ungkap Bambang. 

Namun demikian Bambang menyampaikan, jika pengaturan tersebut tidak berlaku jika ada petugas di lapangan. Tidak hanya terkait pengaturan arus lalu lintas melalui pemamfaatan ATCS di simpang-simpang jalan nasional, BPTJ juga mempersiapkan layanan terminal tipe A yang berada di bawah pengelolaannya. Saat ini terdapat empat terminal tipe A yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Transfortasi Jabodetabek. Yakni Terminal Jatijajar Depok, Terminal Pondok Cabe Tangsel, Terminal Poris Plawad Tangsel, Terminal Baranangsiang Bogor. Beberapa bus AKAP yang beroperasi melalui ke-enam terminal tersebut mulai tanggal 30 April sd. 26 Mei 2019 harus melewati inspeksi keselamatan yang diselenggarakan bersama BPTJ, Dinas Perhubungan setempat serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 

Tidak hanya pada ke-empat terminal yang di bawah Pengelolaan BPTJ, kegiatan inpseksi keselamatan sarana angkutan umum massal juga dilakukan pada beberapa terminal tipe A di Jabodetabek seperti Terminal Bekasi, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan serta beberapa pool bus. Hasil survey home interview oleh Badan Litbang Kemenhub menggambarkan bahwa, pada tahun 2019 ini pemudik dari Jabodetabek diprediksi sebanyak 14.901.468 orang. 

Dari jumlah tersebut 37,68% atau sejumlah 5.615.408 orang memiliki tujuan ke Jawa Tengah, adapun pemudik dari Jabodetabek dengan tujuan Jawa Timur terdapat 11,14& atau sekitar 1.660.625 pemudik. Untuk modal share pemudik Jabodetabek sebanyak 30% atau 4.459.690 orang menggunakan bus dan 28,9% atau sebanyak 4.300.346 orang memamfatkan mobil pribadi. Selanjutnya, sebanyak 16,7% atau sekitar 2.488.058 masyarakat Jabodetabek mudik memamfaatkan layanan kereta api, pesawat udara sejumlah 9,5% atau 1.411.051 orang serta sepeda motor dengan persentase 6,3 atau sebanyak 942.621 orang. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com