Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Plus-Minus dari Komisi X DPR soal Pendidikan Militer Mahasiswa Ala Kemhan

Plus-Minus dari Komisi X DPR soal Pendidikan Militer Mahasiswa Ala Kemhan

Written By mansyur soupyan sitompul on Senin, 17 Agustus 2020 | 18.32


Jakarta,dutabangsanews.com I Program pendidikan militer untuk mahasiswa yang akan dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menuai beragam reaksi dari Komisi X DPR. Para pimpinan di komisi pendidikan DPR itu berpendapat pendidikan militer bagi mahasiswa perlu dikaji lagi hingga soal lebih pentingnya penanaman cinta Tanah Air.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai ideologi nasionalisme dan cinta Tanah Air perlu ditanamkan di kalangan anak muda. Namun, menurutnya, urgensi Komponen Cadangan (Komcad) adalah untuk mengajarkan bela negara, bukan kepada pendidikan militer bagi mahasiswa.

"Paham nasionalisme saya kira bagi anak muda kita menjadi sangat penting. Aspek itu urgent banget, karena itu saya mendukung sebenarnya. Tinggal nanti diformulasikan Kemendikbud dengan Kemenhan seperti apa. Ini kan konteksnya bukan wamil (wajib militer)," ujar Syaiful kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

"Dan karena yang saya sebut menjadi urgent adalah membangun cinta Tanah Airnya, itu ya berarti Komcad itu lebih kepada transfer knowledge-nya, bukan kepada konteks pendidikan militernya," imbuhnya.

Syaiful mengatakan Kemenhan bersama Kemendikbud perlu merumuskan dengan baik jika akan menerapkan pendidikan militer bagi mahasiswa. Baginya, yang lebih penting adalah menanamkan rasa cinta Tanah Air itu kepada para anak muda seperti istilah hubbul wathon minal iman, atau cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman.

"Bagus, tapi saya nggak bayangin kalau ada perang fisik. Bagusnya untuk penanaman cinta Tanah Air. Bahwa sekarang tools-nya, medianya harus melalui Komcad, menurut saya nggak masalah. Bahkan saya mendorong itu, kalau ini bisa mendorong anak-anak muda Indonesia bisa hubbul wathon minal iman, mencintainya Tanah Airnya. Jadi sangat butuh malah. Tinggal Kemenhan dan stakeholder lain diajak duduk bersama merumuskan ini dengan baik," ungkapnya.

Tak hanya mahasiswa, Syaiful bahkan mengusulkan agar Pramuka bisa bergabung dalam Komcad untuk program bela negara, bukan pendidikan militer. Politikus PKB itu menyebut pihaknya akan mengupayakan itu dalam revisi UU Pramuka di Prolegnas prioritas 2021.

"Bahkan tidak harus level mahasiswa, Pramuka pun bisa diajak untuk bergabung dalam Komcad ini. Termasuk kan sebenarnya kita masuk Prolegnas revisi UU Pramuka, rencana kan berarti dimasukin (Prolegnas) 2021, salah satu isu yang mau saya dorong adalah soal ini, jadi Pramuka menjadi bagian dari komponen cadangan," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi X dari F-Golkar Hetifah Sjaifudian mengatakan program pendidikan militer untuk mahasiswa ini perlu dikaji ulang. Menurutnya, belum ada urgensi menerapkan program tersebut.

"Saya pribadi merasa belum urgent. Iya (dikaji ulang), sementara ini tolong jangan tawarkan wacana baru dulu bagi mahasiswa. Memang kita sedang fokus pada penerapan Merdeka Belajar sehingga mahasiswa bisa memilih belajar beberapa semester di luar kampus sesuai minat. Tapi kalau isinya pendidikan militer, baiknya kita kaji dulu urgensinya," tegas Hetifah.RED

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com