Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » Partai Islam Bisa Bersatu Membangun Poros Islam Menuju Pemilu 2024 Karena Ada Yang Merekatkan

Partai Islam Bisa Bersatu Membangun Poros Islam Menuju Pemilu 2024 Karena Ada Yang Merekatkan

Written By mansyur soupyan sitompul on Sabtu, 29 Mei 2021 | 21.08


Kota Tangerang Selatan-Media Online www.dutabangsanews.com I WACANA Poros Islam saat ini dibangun Partai-Partai Islam tujuannya untuk menggalang suara-suara Ummat Islam di pemilu 2024 mendatang. Tentu ide membentuk Poros Islam adalah sesuatu yang baik untuk Partai-Partai Islam di pemilu 2024 mendatang. Terkesan di pemilu-pemilu sebelumnya Partai-Partai Islam perolehan, peraihan suaranya jumlahnya tidak signipikan bila di banding dengan partai-partai berhaluan nasional lainnya. Bagaimana Poros Islam di pemilu 2024 mendatang. Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com mewawancarai Tokoh Senior PPP Dr. H. Bachtiar Chamsyah.

Menurut Dr. H. Bachtiar Chamsyah Politisi PPP, gagasan ini sangat baik mengapa,? Karena, ummat di bawah sangat rindu akan persatuan, ummat di bawah rindu bagaimana Ummat Islam bisa bersatu. Jangan dipandang dengan adanya poros seperti itu ada kesan kita ingin memecah belah, jangan dituduh seolah-olah adanya pencitraan politik identitas. Belum lama ini beliau membaca tajuk sebuah harian ibukota mengatakan, bahwa ini politik identitas, tidak demikian ini bersifat alamiah.

“Partai Islam bisa bersatu antara satu partai dengan partai yang lainnya karena ia dekat, ada yang merekatkannya, tapi. Andaikan bersatu juga dengan partai politik yang lain yang tidak bertentangan dengan AD/ART partai, tentu hal itu sah-sah saja dilakukan,”demikian kata Tokoh Senior PPP Dr. H. Bachtiar Chamsyah. Kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di kediamannya yang asri dan hijau di bilangan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten belum lama ini.


Adanya visi bersama di dalam partai Islam tutur Dr. H. Bachtiar Chamsyah, dengan membandingkan dampak dari pemilihan Presiden RI antara Presiden Jokowi dengan Prabowo, sehingga terjadi polarisasi sampai sekarang masih terasa dampaknya. Oleh karena itu ke depan calon Presiden Ri itu sebaiknya jangan hanya dua pasang calon, tapi. harus lebih, jadi tidak ada kesan pembelahan di tengah-tengah masyarakat sebagai pemilih. Jadi, dampak dengan terbelah di tengah masyarakat tersebut, mana kala ada anggota masyarakat yang mengkritik pemerintah, lalu dianggap aneh-aneh bahkan tudingan negatif kepada orang yang mengkritisi kebijakan Presiden Jokowi. Padahal, mengkritik itu tujuannya tidak selamanya menyudutkan pemerintah tapi berupa kritik membangun.


Kalau melihat keberadaan dari Era Reformasi 98 lalu ucap Dr. H. Bachtiar Chamsyah, banyak hal menyangkut cita-cita reformasi sulit terwujut. Dulu masyarakat negeri ini ingin membangun apa yang disebut dengan ceck and balance, apa fungsi DPR RI, lembaga ini membawa aspirasi rakyat untuk diperjuangkan di tingkat nasional, di sisi lain DPR bisa mengontrol jalannya pemerintahan, tentu. Tidak mungkin pemerintahan berjalan baik tanpa ada kontrol yang baik dari parlemen.


“Tetapi, sekarang itu Reformasi itu melenceng, mengapa,? Karena ketua umum partai politik adalah anggota kabinet atau pembantu presiden, bagaimana legislatif mengontrol ketua umum partainya, bisa kau pahami itukan kepada (Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com red), jadi. Jalan tengahnya adalah ketua umum partai politik jangan menjadi anggota kabinet sebagai pembantu presiden,”ungkap Dr. H. Bachtiar Chamsyah mantan Menteri Sosial RI.


Zaman Orde Baru saat negeri ini Dipimpin Soeharto papar Dr. H. Bachtiar Chamsyah, kontrol PPP terhadap Pemerintahan Presiden Soeharto bagus, karena Ketua Umum PPP tidak berada di Kabinet Seoharto Tapi, begitu ketua umum partai masuk ke bagian kabinet.pemerintahan, bagaimana Anggota DPR RI mau melakukan control, karena di kabinet tersebut ada ketua umum partainya.

“Bagaimana Partai Gerindra mau mengontrol pemerintah di sana ada Pak Prabowo di pemerintahan, bagaimana Partai Golkar mau mengontrol pemerintah di pemerintahan ada Pak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum partai, bagaimana PPP mau mengontrol pemerintah di pemerintahan ada ketua umum partai berada di pemerintahan, tentu akan sulit melakukan kontrol atau kritik,”papar Dr. H. Bachtiar Chamsyah. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com