Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , , » SDN Anjelir 1 Kota Depok Tetap Menerapkan Kurikulum Belajar Merdeka Memilih Mandiri Belajar

SDN Anjelir 1 Kota Depok Tetap Menerapkan Kurikulum Belajar Merdeka Memilih Mandiri Belajar

Written By mansyur soupyan sitompul on Rabu, 03 Agustus 2022 | 12.07

 


Kelurahan Depok Jaya Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I PPDB penerimaan peserta didik baru, sudah selesai dilaksanakan. Kini Anak-anak kelas 1 baik SD, MI, SMP, MTS, SMA dan MAN sudah aktif sekolah seperti biasa. Selanjutnya, pihak sekolah akan menerapkam Kurikulum Belajar Merdeka untuk kelas 1-4 di setiap jenjang sekolah. Tetapi, karena kurikukum ini masih baru, tentu. Pelaksanaan atau penerapannya bersifat proses. Artinya, pihak sekolah belum sepenuhnya menerapkan Kurikukum Belajar Merdeka ini. Sama seperti Kurikulum 2013 pertama kali muncul, kurikulum tersebut juga tidak sepenuhnya diterapkan, tetapi berproses. Di sisi lain, pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan para guru belum sepenuhnya menguasai Kurikulum Belajar Merdeka ini. Jalan tengah yang diambil adalah, tetap menerapkan kurikulum ini tetapi tidak sepenuhnya diterapkan. Tetapi, ketika proses tersebut sudah terbiasa bukan tudak mungkin Kurikulum Belajar Merdeka ini akan diterapkan. 

Kepala Sekolah SDN Anjelir 1 Acih Taslih, S. Pd mengatakan, saat PPDB di SDN Anjelir 1 menerapkan semi online, daftarnya online. Tetapi, besoknya pemberkasan, artinya. Ada syarat yang harus dipenuhi, dikumpulkan orang tua dan wali murid. SDN Anjelir 1 tahun ajaran 2022/2023 menerima 4 rombel, total 112 orang. Tetapi SDN Anjelir 1 ini adalah sekolah rujukan nasional, tentu berbeda dengan SDN yang lain di Kota Depok. Kalau SDN lain dalam PPDB menerima Siswa-siswi 1 rombel sebanyak 32 orang per satu kelas, tetapi. Di SDN Anjelir 1 persatu kelas sebanyak 28 orang. Karena SDN Anjelir 1 ini adalah sekolah rujukan nasional.

" Hanya SDN Anjelir 1 Siswa-siswinya 28 orang perkelas, sekolah SDN lain mereka menerima 32 perombel karena usia sekolah di lingkungan sekolah rata-rata sudah mencapai angka sekolah yaitu 7 tahun. Jadi, SDN Anjelir 1 menerima 28 orang anak persatu kelas hal ini adalah rujukan secara nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan."Demikian kata Kepala Sekolah SDN Anjelir 1 Acih Taslih, S. Pd kepada Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SDN  SDN Anjelir 1 Jalan Nusantara Raya No. 241 Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Kemarin Selasa 2 Agustus 2022.

Menurut Kepala Sekolah SDN Anjelir 1 Acih Taslih, S. Pd kendala yang dihadapi pihak sekolah dalam hal PPDB kemarin, tentu. Banyak kendala yang dihadapi panitia, salah satunya adalah banyak orang tua dan wali murid yang mekawan arus. Artinya, dalam konteks zonasi orang tua tersebut tidak termasuk dalam zonasi, tetapi tetap memaksa agar anaknya diterima di sekolah ini. Karena, orang tua tersebut menilai SDN Anjelir 1 adalah sekolah vaporit. Tetapi, menurut Acih Taslih, S. Pd hal itu sama saja. Sekolah lain juga bagus, sekolah lain juga terkenal. Tentu, pihaknya di SDN Anjelir 1 mematuhi peraturan dari Kemendikbud dan peraturan turunannya hingga Perwali Kota Depok. Dalam PPDB SDN Anjelir 1 dibentuk panitia, biarlah panitia yang bekerja dan kepala sekolah tidak akan dan tidak melakukan intervensi.

Ditambahkan Kepala Sekolah SDN Anjelir 1 Acih Taslih, S. Pd, dalam hal Kurikukum Belajar Merdeka khusus untuk kelas 1-4, ada tiga pilihan. Pertama mandiri belajar, mandiri berubah, mandiri berbagi. Tetapi SDN Anjelir 1 hanya memilih mandiri belajar, kalau mandiri belajar di sini masih ada nuansa Kurikulum 2013. K-13 masih dipakai di sekolah ini, mungkin tahun 2023  akan diterapkan Kurikukum Belajar Merdeka. 

Pihaknya sebagai pengelola sekolah sudah melalukan whorkshop yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan PGRI Kota Depok, yang ditugaskan mengikuti whorkshop tersebut adalah kepala sekolah dan beberapa orang guru. Selanjutnya, kepala sekolah mekakukan sosialisasi ke para guru dan orang tua dan wali murid. Waktu Kurikulum 2013 awal-awalnya para guru belajar dulu sesuai proses. Setelah itu para guru menguasai Kurikulum 2013. Tetapi, setelah para guru menguasai dan nyaman dengan K-13 pemerintah mengganti K-13 dengan Kurikukum Belajar Merdeka. Tentu kepala sekolah dan para guru kembali belajar untuk menguasai Kurikulum Belajar Merdeka. 

"Sekarang ini kegiatan para guru di SDN Anjelir 1 melakukan pendalaman materi tentang Kurikulum Belajar Merdeka ini, sehingga para guru menguasai dan bisa menerapkan kurikukum ini kepada para Siswa-siswi. Saat ini SDN Anjelir 1 Kota Depok telah memiliki guru penggerak sebanyak 3 orang, tetapi ketiga para guru tersebut masih berada di tahap 1. Karena untuk meraih guru penggerak tersebut regulasinya bertahap-tahap. Semoga ketiga Guru Penggerak SDN Anjelir 1 mereka bisa lulus dan meraih predikat guru penggerak,"tutur Kepala Sekolah SDN Anjelir 1 Acih Taslih, S. Pd. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com