Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Fahri: Imbauan Datar Tak Cukup, Jokowi Perlu Ambil Langkah Luar Biasa di Papua

Fahri: Imbauan Datar Tak Cukup, Jokowi Perlu Ambil Langkah Luar Biasa di Papua

Written By mansyur soupyan sitompul on Kamis, 29 Agustus 2019 | 21.03

Jakarta,dutabangsanews.com I Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pemerintah dalam penanganan situasi di Papua. Fahri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak hanya memberikan imbauan-imbauan datar.

"Perkembangan terbaru di Papua itu sesungguhnya memerlukan langkah-langkah yang luar biasa dari Presiden. Tidak bisa Presiden hanya mengeluarkan imbauan-imbauan yang datar ya, dalam situasi seperti sekarang," kata Fahri kepada wartawan, Jumat (30/8/2019).

Menurut Fahri, harus ada pesan solidaritas yang disampaikan kepada masyarakat Papua. Fahri meminta Jokowi menjelaskan rencana jangka pendek dan panjang untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua.

"Dan karena itu lah, Presiden harus mewakili seluruh bangsa Indonesia, dan menjelaskan secara gamblang rencananya-rencanya ke depan dan tindakan-tindakan yang harusnya sudah diambil dan akan diambil dalam rangka kembali membagun kepercayaan masyarakat," ujar Fahri.

"Sambil tentunya mendengar apa yang sekarang dalam jangka pendek dituntut oleh masyarakat dan lalu kemudian kita mencoba membangun pengertian jangka panjang tentang keadaan kita," imbuhnya.

Fahri menyebut Jokowi akan menyesal jika hanya membuat pernyataan datar dan terlambat bertindak. Menurutnya, apa yang terjadi di Papua bukanlah persoalan kecil.

"Jadi sekali lagi, Presiden perlu mengambil langkah-langkah yang luar biasa. Karena persoalan ini bukan persoalan kecil. Kalau dianggap kecil, itu salah. Persoalan ini ada akar terdalamnya, ya. Dan akar terdalamnya itu ada dalam hati yang tidak mudah kita baca secara kasat mata," ucapnya.

Fahri mengatakan pemimpin Indonesia memiliki tugas berat karena luas wilayah dan disparitas yang ada. Selain jarak fisik, kata Fahri, ada jarak psikologis yang harus dijembatani.

"Jarak antara Jakarta dan Papua itu tidak saja mengandung jarak fisik, tetapi juga mengandung jarak-jarak lain, termasuk jarak psikologis dan lain sebagainya, yang semuanya harus dijembatani dengan rencana-rencana yang luar biasa. Kalau kita tidak sanggup, sekali lagi, pihak yang bermain di kasus Papua selalu banyak, terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian dan stabilitas di Papua itu tidak pernah selesai," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pernyataannya meminta Menko Polhukam Wiranto menindak tegas pelaku anarkistis di Jayapura.

"Saya juga telah memerintahkan sebetulnya tadi malam, sudah saya perintahkan pada Menko Polhukam, pada saat rapat di Istana bersama Kapolri, KaBIN, dan Panglima TNI, untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkis serta rasialis," kata Jokowi di Purworejo, Kamis (29/8).

Jokowi menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembangunan di Papua. Jokowi ingin seluruh masyarakat Papua sejahtera.

"Saya, perlu saya sampaikan juga, saya pemerintah akan terus berkomitmen untuk terus memajukan Papua, baik di bidang fisik maupun SDM, agar kita semuanya, utamanya, khususnya, Mama-mama, Pace-Mace, anak-anak Papua semuanya bisa lebih maju dan lebih sejahtera," ucap Jokowi.RED
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com