Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Jokowi Minta Ada Kalkulasi Kemungkinan Kemarau Panjang 2020

Jokowi Minta Ada Kalkulasi Kemungkinan Kemarau Panjang 2020

Written By mansyur soupyan sitompul on Selasa, 28 April 2020 | 00.18

Jakarta,dutabangsanews.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mengkalkulasikan terjadinya kemarau panjang sepanjang tahun ini berkaitan dengan manajemen pengelolaan beras dalam negeri. Walaupun Jokowi menerima laporan prediksi dari BMKG tidak adanya cuaca ekstrem tahun ini.

"Tolong juga dikalkulasi kemungkinan terjadi kemarau panjang di 2020 walau prediksi BMKG tidak ada cuaca yang ekstrem. Namun tetap harus diwaspadai terutama yang berkaitan dengan ketersediaan beras nasional kita," ujar Jokowi dalam rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan bahan pokok yang disiarkan di saluran YouTube Setpres, Selasa (28/4/2020).

Pentingnya manajemen pengelolaan beras dalam negeri, kata Jokowi, adalah kunci penting bagi antisipasi krisis pangan seperti yang disampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Jokowi mendapat laporan produksi beras saat panen raya akhir bulan ini mencapai 5,62 juta ton."Kita berharap puncak panen raya di bulan April ini produksi beras kita, kemarin saya mendapatkan laporan bisa mencapai 5,62 juta ton. Ini sangat bagus dan saya juga minta bulog untuk tetap membeli gabah petani dengan insentif harga yang layak, dengan fleksibilitas yang memadai," ujar Jokowi.

Sebelumnya BMKG menjelaskan jika suhu panas akhir-akhir ini umumnya disebabkan oleh suhu udara yang tinggi dan disertai oleh kelembaban udara yang rendah, terutama terjadi pada kondisi langit cerah dan kurangnya awan. Sesuai dengan prediksi BMKG, jika pada bulan-bulan ini beberapa wilayah Indonesia mengalami berkurangnya tutupan awan akibat sedang berada pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

"Secara klimatologis, bulan April-Mei-Juni memang tercatat sebagai bulan di mana suhu maksimum mengalami puncaknya di Jakarta. Pola tersebut mirip dengan pola suhu maksimum di Surabaya, sementara di Semarang dan Jogjakarta pola suhu maksimum akan terus naik secara gradual pada bulan April dan mencapai puncaknya pada bulan September hingga Oktober," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com