Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Mendorong Antar Lembaga-Lembaga Negara Bersinergi Membantu Meringankan Beban Masyarakat Petani Menghadapi Kemarau Panjang

Mendorong Antar Lembaga-Lembaga Negara Bersinergi Membantu Meringankan Beban Masyarakat Petani Menghadapi Kemarau Panjang

Written By mansyur soupyan sitompul on Selasa, 30 Juni 2020 | 21.21

Senayan Jakarta-www.dutabangsanews.com I KONDISI Pendemi Covid 19 masih ada dan terus terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Angka demi angka terus bertambah positif, meninggal dunia dan banyak juga dari mereka sehat. Provinsi DKI Jakarta telah memasuki New Normal Transisi, tetapi, bukan berarti pendemi ini berakhir di negeri ini. Telah disinggung di atas bahwa angka demi angka terus bertambah, hal ini menjadi beban pemerintah baik pusat, provinsi, kabupaten dan kota, khususnya masyarakat pertain.

Di sisi lain negeri ini akan mengalami musim kemarau panjang, tentu hal ini berdampak pada sistem pangan, karena. Petani sebagai pelaku langsung dan bersentuhan dengan pertaniian akan mengalami dampak kemarau panjang tersebut. Bagaimana tanggapan Anggota Komisi Pertanian dan Kehutanan DPR RI Dr. H. Ir. Andi Akmal Pasluddin, MM kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com

Menurut saya masyarakat petani di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, tidak terlalu berdampak dengan adanya wabah pendemi ini, artinya. Masyarakat petani hingga kini terus beraktivitas sepertii biasa, Cuma dampaknya kepada petani di tataran harga,”demikian kata Anggota Komisi Pertanian dan Kehutanan DPR RI Dr. H. Ir. Andi Akmal Pasluddin, MM kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online dutabangsanews.com bertempat di Komplek Parlemen Gedung Nusantara I Gedung DPR RI Jalan Jenderal Gatot Subroto Senayan Jakarta.

Yang dimaksud di sini di tataran harga ucap H. Andi Akmal Pasluddin adalah, seperti daging sapi. Karena, banyaknya impor daging sapi hal ini membuat harga daging para petanii ternak di sana terganggu. Demikian juga dengan harga gabah, kalau panen raya tentu harga turun, hal ini adalah bagaimana kerja Bulog pada saat harga gabah turun di tengah masyarakat. Artinya, ada sebuah antisipasi dari pemerintah untuk membantu masyarakat petani yang terdampak turunnya harga saat panen raya. 

“Tentu kita dorong antar lembaga-lembaga ini agar bersinergi dan bersama-sama membantu meringankan dan membantu beban masyarakat petani menghadapi kemarau panjang saat ini,”ujar Anggota Fraksi PKS DPR RI H. Andi Akmal Pasluddin lahir di Bone Sulawesi Selatan 30 Desember 1974. 

“Menjelang kemarau panjang ini bagaimana menurut Anda,”tanya wartawan media ini.

“Menurut saya harus dimaksimalkan persediaan penampungan embung yang saat ini termasuk pompa air, jangan sampai pada saat musim kering tiba, tidak ada aktivitas pertanian, tentu kondisi seperti ini membahayakan, untuk mengantisipasinya salah satunya adalah irigasi diperbaiki, demikian juga dengan embung-embung yang ada. Sedangkan irigasi di Sulsel jumlahnya sepertiga, karena. Sistem irigasinya tadah hujan,”papar H. Andi Akmal Pasluddin. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com