Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » Pandangan Dan Prediksi Ekonomi Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si Tentang Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Pandangan Dan Prediksi Ekonomi Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si Tentang Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 01 Januari 2021 | 17.28


Tanah Sereal Kota Bogor-Media Online www.dutabangsanews.com I SORE itu Ba’da Ashar pintu gerbang Rumah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun Bogor Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Menteri Kehutanan RI banyak dibuka ibu-ibu beserta anak-anak mereka dan berkumpul di halaman rumah mantan Ketua Umum DPP PBB tersebut. Ternyata, ibu-ibu bersama anak-anak mereka datang ke rumah Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si adalah, tuan rumah punya gawean yaitu memberikan santunan anak yatim piatu yang ada di dekat rumah beliau. 

Memang dari pantauan Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com, Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si kerap melakukan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang ada di sekitar kediamannya. Menyayangi anak yatim piatu dan membuat mereka bahagia hal itu adalah sikap yang disukai Allah SWT, dengan memberikan santunan anak yatim, tentu tidak sendirian dalam menjalani hidup ini. Karena, banyak para darmawan meringankan beban mereka termasuk Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si. Usai memberikan santunan ke mereka anak yatim piatu, wartawan media ini berniat mewawancarai Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si seputar Prediksi Ekonomi Indonesia tahun 2021. 

Pandemi Covid 19 meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian negeri ini, banyak karyawan bekerja di perusahaan maupun bekerja di berbagai pusat perbelanjaan di PHK, dirumahkan, bahkan. Para karyawan tersebut diberhentikan secara massal, tentu. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dan melemahkan ekonomi masyarakat di negeri ini. Bahkan, dengan adanya wabah pandemi ini kehidupan masyarakat sangat memprihatinkan, karena daya beli masyarakat lemah dan tidak bergairah. 

Pemerintah Pusat dalam hal ini istana memberikan terobosan kepada masyarakat dengan memberikan bantuan ke pelaku UMKM dengan taksasi nilai nominal Rp 2.400.000, dengan pemberian untuk UMKM tersebut tentu hal ini mampu memberikan keringanan ke masyarakat yang terdampak wabah pandemi ini. Dengan demikian, masyarakat bisa memamfaatkan uang dari Pemerintah Pusat tersebut untuk menambah modal usaha atau membuka usaha dan bertahan hidup atau survive di tengah gempuran wabah pandemi. Apa pendapat Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun Bogor Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Menteri Kehutanan RI tentang Ekonomi Indonesia di tahun 2021. Kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com dijelaskannya. 


Menurut Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun Bogor Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si, Wabah pandemi Covid 19 memberikan dampak eksternality negatif hampir di seluruh bidang kehidupan terdampak dari wabah panemi ini, banyak negara baik di Eropa, Afrika dan Asia, semua negara-negara tersebut mengalami penurunan di berbagai produksi hingga mencapai 50-60%, karena. Semua orang posisinya berada di rumah. 

“Sektor piscal dan moneter juga terdampak wabah pandemi ini, begitu juga dengan dunia usaha, Indonesia sejak Pemerintahan Presiden Jokowi selama enam tahun, sebelum ada wabah pandemi ini sudah mengalami penurunan. Sekali lagi. Sebelum wabah pandemi ini Ekonomi Indonesia di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi menunjukkan tanda-tanda penurunan,”demikian kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun Bogor Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Menteri Kehutanan RI Tentang Ekonomi Indonesia di tahun 2021 kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di kediamannya Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor Jawa Barat. (Kemarin 31/12-2020). 

Misalnya ucap Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Menteri Kehutanan RI mata Uang Rupiah yang terus menurun, demikian juga dalam hal neraca pembayaran dengan bertambahnya hutang luar negeri, pertumbuhan ekonomi yang cendrung menurun, semua itu berdampak. Hal itu terjadi sebelum wabah pandemi. Dengan demikian, prestasi Presiden Jokowi terhadap pembangunan ekonomi tidak signipikan, yang ada adalah beban-beban yang terus berkelanjutan. Nah, setelah ada wabah pandemi . 

Ini kondisinya lebih parah dan itu bisa terlihat dari data-data bahwa kita mengalami resesi. 

Resesi itu menunjukkan terjadi kemandekan, terjadi satu situasi pendapatan kita mengalami penurunan. Jadi, melihat situasi ini kalau wabah pandemi ini tidak bisa teratasi, apalagi ada indikasi kecenderungan penyebaran wabah pandemi tidak terkendali lagi, kuncinya adalah kalau kita mau mendrive ekonomi yang harus dilakukan adalah atasi wabah pandemi ini. Kalau dia (Wabah pandemi) tidak diatasi tentu akan mengalami kesulitan. 

Tentu persoalan-persoalan sosial tutur Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Anggota DPR RI Fraksi PBB, cendrung menimbulkan distras. Kalau tingkat kepercayaan publik itu sudah besar, dengan demikian partisipasi masyarakat terhadap kebijakan itu melemah. Jadi, apa yang direncanakan pemerintah untuk merecovery ekonomi tahun 2021, kalau kondisinya tidak seperti apa yang diharapkan, tidak ada partisipasi masyarakat, kemudian timbul distras yang berkepanjangan dan timbul gejolak sosial di tengah masyarakat, maka 2021 tidak lebih memberikan harapan dari 2020. Tapi, kita semua berharap wabah pandemi ini bisa diatasi. 

Menurut pantauan wartawan media ini Pemerintah Pusat telah melakukan terobosan ke masyarakat dengan menggulirkan dalam bentuk bantuan ke UMKM sebesar Rp 2.400.000, Dengan bantuan pemerintah tersebut, tentu para pelaku UMKM bisa bernapas lega, paling tidak dengan bantuan tersebut para pelaku UMKM bisa menambah modal atau membuka usaha baru. UMKM bisa bertahan hidup atau survive di tengah gempuran wabah pandemi saat ini serta bukan tidak mungkin akan mamacu pertumbuhan ekonomi. 


“Memang ada bantuan untuk UMKM nilainya sebesar Rp 2.4 juta, di mana bantuan tersebut hanya untuk memperpanjang daya tahan hidup. Tetapi, apakah dengan bantuan dengan nominal Rp 2,4 iuta bisa tumbuh belum tentu. Orang dia hanya untuk bertahan kok. Ibarat orang demam hanya bisa menurunkan temperatur, tetapi apakah hilang demam tersebut dalam hal bantuan tersebut harus ada kebijakan lanjutan,”ungkap Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si mantan Anggota Komisi IX DPR RI. 

Jadi, tidak ada sekedar bagi-bagi, tetapi bagaimana suasana dari proses pemenuhan pasokan-pasokan semuanya lancar di tengah masyarakat. Karena, penerima UMKM itu adalah kolompok-kelompok sangat terbatas. Mereka bisa bertahan hidup tentu hal itu sudah bagus. 


“Kalau merujuk ekonomi tahun 2020 bagaimana pandangan dan prediksi Anda ekonomi tahun 2021,”tanya wartawan media ini. 

“Kalau dilihat dari indikator-indikator umum tentu berat, karena pertanyaannya begini, begitu besar hutang, di sisi lain human develepmen indeks tidak muncul. Jadi, saya mengatakan ekonomi tahun 2021 tidak lebih baik dari tahun 2020. Kalau mau keluar dari masalah terpuruknya ekonomi harus keluar dari masalah wabah pandemi ini. Tetapi, yang lebih penting dan lebih prioritas adalah wabah pandeminya di atasi,”ungkap Dr. H. M.S. Kaban, SE., M. Si. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com