Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , , » SMP Negeri 11 Manado Sulut Sekolah Berbasis Budaya Lokal

SMP Negeri 11 Manado Sulut Sekolah Berbasis Budaya Lokal

Written By mansyur soupyan sitompul on Senin, 29 Agustus 2022 | 07.18


Kota Manado-Media Online www.dutabangsanews.com I PENELUSURAN wartawan media ini, bahwa SMP Negeri 11 Kota Manado berada di Kelurahan Sumompo  Kecamatan Tuminting, merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama di Provinsi Sulawesi Utara, yang berbasis budaya lokal. Sementara itu, Kepala SMP Negeri 11 Manado Drs. Enoch Saul ketika ditemui wartawan media ini bertempat di ruang kerjanya Jumat 26/8/2022 memaparkan, sejak bulan Januari tahun ajaran 2022, sekolah ini menerapkan sekolah berbasis budaya lokal, kemudian pada pekan lalu Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2022. 

Sekolah ini menggelar festival budaya selama empat hari, dari tanggal 10-13 Mei 2022. Festival budaya tersebut mengangkat tema ."SMP Negeri 11 Manado,  sekolah berbasis budaya lokal (SBBL). 

"Tujuannya untuk  mengajarkan kepada Siswa-siswi di sekolah ini tentang empat etnis budaya di Sulawesi Utara yakni : Budaya Minahasa, Budaya Sangihe, Budaya Bolmong  dan Budaya Bantik. Jadi, empat budaya ini diangkat dan dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal, dalam pengembangan karakter peserta didik dan pengenalan budaya ."Ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Manado Drs. Enoch Saul Kepada Kepala Perwakilan Sulut Media ini.

Ditambahkan Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Manado Drs. Enoch Saul yang familiar dan memiliki motivasi untuk memajukan sekolah ini menuturkan, sekolah berbasis budaya lokal sesuai dengan implementasi profil pelajar Pancasila, sebab. Saat ini nilai-nilai budaya lokal mulai hilang akibat dari kemajuan zaman dan teknologi semakin canggih. 

Oleh karena itu sekolah berbasis budaya lokal harus dibangkitkan, dengan menggali akar budaya bangsa, agar menjadi pondasi yang kuat bagi generasi muda saat ini. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya untuk ditanamkan pada peserta didik. Kemudian sebagai wujud nyata dari sekolah berbasis budaya lokal di antaranya : mengangkat cerita maengket dari Minahasa, mengangkat cerita Adat Tulude dari Sangihe, mengangkat cerita Mahamba dari Bantik dan mengangkat cerita dari Adat Bolaang Mongondow. 

"Selain itu, untuk  program sekolah tenaga pendidik dan peserta didik, seminggu sekali menggunakan pakaian adat dari empat daerah yang ada di Sulawesi Utara. Hal ini tentu mengangkat Nilai-nilai budaya lokal, agar peserta didik memahami keberagaman dalam satu kesatuan. Seperti yang terpasang dimuka gerbang sekolah, ucapan selamat datang dengan bahasa dari empat etnis." terang Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Manado Drs. Enoch Saul mengakhiri percakapan dengan wartawan media ini.

Seiring dengan SMP Negeri 11 sebagai sekolah berbasis budaya lokal. Ramon Wowor Pemerhati Pendidikan dan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Pendidikan Basional ketika ditemui wartawan media ini, Sabtu 27/8/2022 bertempat di kediamannya di  Kelurahan Paal Empat Kecamatan Tikala Kota Manado menuturkan, konsep pendidikan berbasis budaya lokal adalah pendidikan yang diselenggarakan memenuhi standar nasional. Sebab, di perkaya dengan keunggulan yang kompetitif berdasarkan Nilai-nilai budaya, agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri sehingga menjadi unggul, kreatif, hebat serta peka terhadap lingkungan dan keberagaman budaya terhadap perkembangan dunia saat ini.

"Oleh karena itu, sangat mengapresiasi kinerja dari kepsek bersama Guru-guru yang memiliki terobosan sebagai sekolah berbasis budaya lokal yang menanamkan Nilai-nilai luhur kepada peserta didik."Jelas Ramon Wowor kepada Kepala Perwakilan Sulut media online ini.

Lebih lanjut diutarakan   Ramon Wowor, sosok wartawan senior dan Sekertaris Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara, manfaat dari sekolah berbasis budaya lokal tentu akan melahirkan generasi muda penerus bangsa yang bermartabat serta menjaga eksistensi kebudayaan daerah.

"Selain itu memperkuat identitas, rasa cinta yang berdasarkan profil pelajar Pancasila."demikian kata Ramon Wowor menutup perbincangan dengan wartawan media ini. Johanis Kahingide.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com