Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » SMP Negeri 9 Cipayung Kota Depok Siap Menerapkan Kurikulum Belajar Merdeka Yaitu Belajar Berubah

SMP Negeri 9 Cipayung Kota Depok Siap Menerapkan Kurikulum Belajar Merdeka Yaitu Belajar Berubah

Written By mansyur soupyan sitompul on Jumat, 12 Agustus 2022 | 06.22

 


Kelurahan Cipayung Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I PENERIMAAN Peserta Didik Baru PPDB tingkat SMP sudah selesai dilaksanakan, saat ini para Siswa-siswi kelas 7 sudah mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas bersama guru dan wali kelas. Dengan demikian, Siswa-siswi kelas 7 tahun ajaran 2022/2023 siap menerima menerima Program Kurikulum Belajar Merdeka saat ini diterapkan di jenjang Masing-masing sekolah yaitu SD, MI, SMP, MTS, SMA dan MAN. Kita berharap apa yang menjadi program pemerintah ini, tentu tujuannya untuk memajukan Sistem Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik, diharapkan. Anak-anak negeri ini kelak bisa ber kompetitif di area internasional. Sehingga, Anak-anak negeri ini kelak akan menjadi tuan di negerinya sendiri. Tidak akan diremehin, dianggap sebelah mata oleh Orang-orang luar. Tapi, Orang-orang luar tersebut memandang kagum akan sumber daya manusia dimiliki masyarakat negeri ini. Tentu, hal itu kita harapkan kepada para pemegang estapet Anak-anak negeri akan terjadi pergantian kepemimpinan bangsa dan negara. Tetapi, semua berasal dari kualitas pendidikan. 

Menurut pendapat Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Paeran, S. Pd., MM pada tahun ajaran baru ini, pihaknya sebagai pengelola sekolah menerima para Siswa-siswi kelas 7 sekolah ini melalui PPDB SMP Negeri 9 sebanyak 10 rombel, tetapi ada 2 rombel mengingat karena kondisi ruang kelasnya kurang memadai hanya di-isi sebanyak 32 orang. Tetapi, 8 rombel lagi jumlah satu rombelnya 38-40 orang Siswa-siswi, hal itu berdasarkan kebijakan organisasi sekolah maka diterapkan angkanya seperti itu.

Angka jumlah murid yang ditetapkan pihak sekolah 36 orang, tetapi. Karena, di daerah Kelurahan Cipayung antusias atau animo warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMP Negeri 9, sementara kondisi dan keadaan sekolah masih terbatas, jalan tengah yang diambil pihak sekolah adalah menyurati atau konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kota Depok dari 36 ke 40 orang persatu rombel. Alhamdulillah, setelah pihaknya menyurati atau konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kota Depok merespon dan menyetujui, pihak sekolah menerapkan kebijakan persatu rombel 36 ke 40 orang. 

"Kami melihat harapan Warga di Kelurahan Cipayung begitu tinggi dan kelurahan lain yang ada di kecamatan ini untuk menyekolahkan Anak-anak mereka, di sisi lain di Kecamatan Cipayung sekolah SMP Negeri itu terbatas, maka warga harapannya tak lain dan tak bukan adalah SMP Negeri 9, pada PPDB yang lalu jumlah para Siswa-siswi mendaftar jumlahnya 1000 orang, yang mendaftar via zonasi diperkirakan jumlahnya 800 orang, jalur tidak mampu atau KIS di angka 300-san sekian, tentu. 

Dengan zonasi dan KIS sudah lebih jumlah yang mendaftar, untuk itu. Kami mohon Bagian Sarpras Dinas Pendidikan Kota Depok memperhatikan SMP Negeri 9, demikian juga dengan para guru, apalagi. Mengingat Program Kurikulum Belajar Merdeka,"demikian kata Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Paeran, S. Pd., MM kepada Wartawan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SMP Negeri 9 di Bilangan Jembatan Serong Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Kemarin Kamis 11 Agustus 2022.

Ditambahkan Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Paeran, S. Pd., MM dalam Kurikulum Belajar Merdeka ini salah satu yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah adalah sumber daya manusia SDM Guru SMP Negeri 9. Mengingat, kurikulum ini masih baru tentu perlu pengenalan dan menggali mengeksplor kurikulum ini. Untuk itu, kepala sekolah dan beberapa orang guru wajib mengikuti workshop dilaksanakan selama tiga hari. Jadi perlunya saling bekerja sama, berkolaborasi antar guru atau teman untuk saling mengisi dan saling berbagai ilmu tentang kurikulum ini. Jadi, dalam kurikulum ini, setiap membuat program tentu di sana ada rumpun atau tim dalam setahun. Yang diprioritaskan adalah guru-guru di kelas 7 di mana SDM masih muda-muda dan menguasai ilmu IT, demikian juga dengan kompetensi mereka. 

"SMP Negeri 9 dalam menerapkan Kurikulum Belajar Merdeka adalah poin Belajar Berubah. Untuk sosialisasi kurikulum ini anak-anak diberikan Link untuk dipelajari di rumah sehingga anak-anak akan lebih menguasai dan lebih memahami kurikulum baru ini. Yang jelas, kami mendukung kebijakan pemerintah dalam hal menerapkan kurikulum ini di sekolah ini."Tutur Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Paeran, S. Pd., MM. 

Saat ini di SMP Negeri 9 terang Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Paeran, S. Pd., MM, sudah memiliki Guru Penggerak sebanyak 4 orang. Tentu, dengan adanya Guru Penggerak ini, tentu akan lebih membantu dan memberikan pencerahan kepada para guru lainnya. Sehingga, iklim membangun SDM di sekolah ini lebih baik. Tetapi, untuk lebih banyak Guru Penggerak di sekolah ini tentu membutuhkan proses dan perjalanan waktu yang kelak akan mengantarkan guru-guru di sekolah ini akan menjadi Guru Penggerak. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com