Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Sumarno, M. Pd : Dalam Mengelola Manajemen Sekolah Harus Menggunakan Hati Nurani

Sumarno, M. Pd : Dalam Mengelola Manajemen Sekolah Harus Menggunakan Hati Nurani

Written By mansyur soupyan sitompul on Selasa, 28 Mei 2019 | 14.32


Cilodong Kota Depok-www.dutabangsanews.com I SUKSES Memimpin SMP Negeri 2 Kota Depok, tidak membuat sosok Kepala Sekolah Sumarno, M. Pd tinggi hati apalagi membusungkan dada. Tetapi, pria ini lebih tawadu dan lebih memilih bekerja keras dalam setiap pekerjaan yang diamanahkan atasannya dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Depok. Setelah sukses memimpin SMP Negeri 2 oleh atasannya diberi amanah untuk “menangani” SMP Negeri 6 Cilodong Kota Depok. Oleh sentuhan Sumarno, M. Pd SMP Negeri 6 lebih berwarna, semua itu berkat kepala sekolah, para guru, staf tata usaha dan semua yang ada di sekolah ini. 

“Pada prinsipnya dinamikanya sama saja, tapi. Yang unik adalah kejadian-kejadian sehari-hari, karena setiap sekolah itu dinamikanya tidak sama, kejadian-kejadian yang menangani perhatian khusus, saya tangani dengan kebijakan khusus, intinya dalam mengelola manajemen sekolah harus menggunakan hati nurani dan kebijakan itu harus berdasarkan kebutuhan,”demikian kata Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Sumarno, M.Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SMP Negeri 6 Cilodong Kota Depok Jawa Barat.

Dikatakan Sumarno, bahwa setiap lembaga pendidikan memilik ke-unikan masing-masing, karena memiliki perbedaan potensi. Salah satunya adalah bahwa orang yang baru masuk dalam sebuah rumah tangga, setidak-tidaknya orang tersebut harus wait and see. Dalam wait and see itu tentu anyak catatan-catatan yang diambil akan dijadikan sebuah langkah kalau hal itu positif tentu rumah tangga tersebut dipertahankan. Artinya, ketika tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi tentu akan dicari solusinya. Tetapi, hal ini tidak bisa serta merta tentu harus bertahap dan berproses.

“Kita mengacu pada filosopi sapu, sapu itu akan bermamfaat ketika sapu itu disatukan menjadi satu kesatuan dan sapu tersebut bersama-sama, artinya. Ketika sapu tersebut bersatu dan bersama-sama, tentu sapu tersebut tidak akan bisa dipatahkan satu eratu, tetapi sebaliknya. Ketika sapu tersebut bercerai berat maka akan mudah sapu tersebut dipatahkan,”tutur Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Sumarno, M. Pd.

Dalam organisasi juga sama harus mengedepankan kebersamaan dan jangan bercerai-berai, dari segi tinjauan sebaiknya cara memandangnya adalah memandang secara organisasi atau lembaga, jangan tinjauan perseorangan. Karena, kalau tinjauan persorangan khawatir akan menjadi sebuah pandangan subjektif bukan pandangan objektif. Mansur Soupyan Sitompul.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com