Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Bangsa Mengucapkan Selamat Mununaikan Ibdah Puasa 1440 H - 2019 M <<<::::::
Home » , » Ma'ruf: Pendemi Corona Pengalaman Baru, Negara di Dunia Bekerja Ekstra Keras

Ma'ruf: Pendemi Corona Pengalaman Baru, Negara di Dunia Bekerja Ekstra Keras

Written By mansyur soupyan sitompul on Minggu, 12 Juli 2020 | 21.33

Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan pandemi virus Corona adalah pengalaman baru bagi seluruh negara di dunia. Ma'ruf menyebut semua negara bekerja ekstra untuk menanggulangi pandemi ini.
"Saat ini COVID-19 telah menjadi pandemi global yang menyerang hampir semua negara di dunia. Pandemi global ini dengan segala dampaknya merupakan pengalaman baru bagi kita semua, sehingga pemerintah di seluruh dunia harus bekerja ekstra keras untuk mencari jalan keluarnya," ujar Ma'ruf dalam peluncuran buku 'Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional' yang disiarkan akun YouTube INDEF, Senin (13/7/2020).

Ma'ruf menyebut pandemi Corona juga memaksa untuk merubah kebiasaan hidup dan beradaptasi. Seperti belajar dan bekerja dari rumah hingga menggelar pertemuan secara virtual.

"Pandemi COVID-19 ini juga telah memaksa kita untuk berubah dan beradaptasi. Sebagai contoh, saat ini kita telah terbiasa bekerja dari rumah. Penyelenggaraan pertemuan, rapat dan ceramah dilakukan melalui saluran aplikasi daring," tuturnya.

"Dari sisi aktivitas ekonomi, kita semakin terbiasa berbelanja kebutuhan pokok secara daring atau melalui jaringan sosial media. Perubahan besar juga terjadi di lingkungan pemerintahan di mana sebagian penyelenggaraan pemerintahan dan negara dijalankan dengan menggunakan teknologi komunikasi jarak jauh. Di bidang pendidikan juga terjadi perubahan mendasar di mana terjadi perubahan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh menggunakan aplikasi daring," imbuhnya.Pemerintah, kata Ma'ruf mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi wabah virus Corona. Sehingga berbagai upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penularan.

"Pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19, menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Karena itu, upaya pertama yang dilakukan pemerintah adalah memutus penyebaran virus agar masyarakat tidak terinfeksi," jelasnya.Peningkatan fasilitas pelayanan medis juga menjadi perhatian pemerintah. Ma'ruf menambahkan bahwa pelacakan secara masih juga dilakukan.

"Upaya kedua, adalah meningkatkan kapasitas pelayanan medis agar mereka yang telah terpapar dapat ditangani dengan baik. Upaya ketiga, adalah membangun mekanisme untuk melacak masyarakat yang berpotensi terpapar melalui pelaksanaan test COVID-19 secara masif, serta menerapkan protokol isolasi diri yang ketat. Upaya keempat, adalah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin," terangnya.

Ma'ruf menyebut pemerintah juga memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak. Bantuan diberikan dari Maret hingga Desember 2020.

"Beberapa program bantuan sosial tersebut termasuk perluasan Program Keluarga Harapan. Perluasan cakupan program sembako juga dilakukan dari 15 juta keluarga penerima manfaat, ditingkatkan menjadi 20 juta keluarga penerima manfaat dengan periode penyaluran bantuan dari Maret sampai Desember 2020," tutur Ma'ruf.

"Selain itu, terdapat beberapa program lain yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 seperti bantuan sosial tunai dan paket sembako untuk masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan di wilayah Bodetabek. Pemerintah juga mengalihkan sebagian dari dana desa untuk dapat digunakan sebagai bantuan sosial tunai bagi masyarakat perdesaan," imbuhnya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com