Headlines News :
::::::>>> www.DutaBangsaNews.com Membangun Kinerja Anak Bangsa Mengucapkan Selamat HUT TNI Ke 75 <<<::::::
Home » , » Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Depok Dan Para Guru Berharap Tahun 2022 Belajar Tatap Muka Penuh Tetapi Harus Ijin Walikota Dan Persetujuan Kadis Pendidikan

Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Depok Dan Para Guru Berharap Tahun 2022 Belajar Tatap Muka Penuh Tetapi Harus Ijin Walikota Dan Persetujuan Kadis Pendidikan

Written By mansyur soupyan sitompul on Selasa, 07 Desember 2021 | 05.58

 


Kecamatan Tapos Kota Depok-Media Online www.dutabangsanews.com I PEMBELAJARAN Tatap Muka Terbatas (PTTM) dimulai pada tanggal 4 Oktober - 23 Desember 2021. Kini, PTTM sedang berlangsung, sedang berproses. Di mana para siswa-siswi saat ini sedang menikmati suasana belajar tatap muka bersama dengan guru. Karena, dua tahun para siswa-siswi belajar dari rumah dengan menggunakan media online daring atau PJJ. 

Menurut Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Depok Muawanah, M. Pd, saat ini sekolah yang Dipimpinnya sedang melaksanakan penilaian akhir semester secara online di mana para siswa-siswi berada di rumah mereka masing-masing. 


Kecuali siswa-siswi tersebut tidak memiliki quota, tidak memiliki hape, mereka dikumpulkan dalam satu kelas, mereka membutuhkan bantuan untuk itu para siswa-siswi yang tidak memiliki hape tersebut datang ke sekolah. Sisanya, para siswa-siswi mengerjakan tesnya di rumah mereka masing-masing. Di sisi lain pihak sekolah belum lama ini melakukan tes swef sebanyak 50 orang, Alhamdulillah hasilnya negatif. 

"Jumlah yang masuk hari ini kelas 9, masuknya juga setengah atau 50 persen dari jumlah murid di kelas tersebut, sesi masuk belajar tatap muka itu dimulai dari nomor absen 1-20 siswa-siswi sedang sisanya selanjutnya di sesi kedua. Sedang kelas 7-8 belajar dari rumah dengan menggunakan media online daring atau PJJ, besok gantian kelas 8 yang masuk, demikian juga nomor absen 1-20 sisanya sesi kedua, kelas 7 dan 9 belajar dari rumah, jadi para siswa-siswi hanya dua hari belajar di sekolah sisanya belajar di rumah,"demikian kata Kepala Sekolah SMPN 12 Muawanah, M. Pd kepada Wartawan Tabloid DUTA BANGSA dan Media Online www.dutabangsanews.com bertempat di SMPN 12 Jalan Banjaran Pucung Cilangkap Kecamatan Tapos Kota Depok Jawa Barat. Hari ini Senin 6 Desember 2021.


Dalam belajar tatap muka terbatas ini ucap Kepala Sekolah SMPN 12 Muawanah, M. Pd kendala yang dihadapi dari awal dimulainya PTMT hingga kini, kendala yang dihadapi nyaris belum ada. Paling diawal dimulainya belajar tatap muka ini, banyak siswa-siswi saat sampai di sekolah mereka seperti bengang-bengong  seperti mereka seakan-akan kebingungan. Mungkin hampir selama dua tahun belajar dari rumah, saat belajar di rumah lebih banyak bebas nyaris tidak ada pengawasan dari guru, belajar online saat berada di rumah bagi anak perempuan mereka tidak memakai baju seragam sekolah, tetapi memakai baju daster, lalu bagi anak laki-laki saat belajar dari rumah mereka bebas dengan tidak memakai pakain seragam sekolah, bisa saja mereka pakai kain sarung saat belajar online tersebut. Tetapi, begitu masuk sekolah belajar tatap muka terbatas, menurut para guru, saat di dalam kelas, guru saat menerangkan materi pelajaran, murid-murid hanya mengangguk-ngangguk, seolah-olah guru menerangkan materi pelajaran tanpa ada respon dari para siswa-siswi.

"Saat para guru melaporkan ke saya tentang sikap murid-murid tersebut, seolah-olah mereka terasing. Untuk itu, saya menyarankan ke para guru sebaiknya jangan langsung ke materi pelajaran, tetapi. Anak-anak sebaiknya diajak bernyanyi atau main tebak-tebakan, agar para siswa-siswi bisa lebih konsentrasi ke depannya, saat Minggu kedua, ketiga para siswa-siswi menurut laporan guru sudah bisa konsentrasi terhadap materi pelajaran yang diberikan guru,"ujar Kepala Sekolah SMPN 12 Muawanah, M. Pd. 

Pihaknya sangat mengharapkan, di awal Januari 2022 mendatang belajar tatap muka itu tidak lagi setengah-setengah tetapi belajar tatap muka dengan penuh seperti biasa. Tetapi, itukan harus aturan dan persetujuan Walikota Depok dalam hal ini dinas pendidikan. Karena, kalau terus belajar dari rumah tentu guru tidak bisa melakukan pengawasan kepada para siswa-siswi, mana kala kedua orang tua mereka bekerja, anak tinggal bersama pembantu, tentu belajar dari rumah tersebut tidak maksimal. Saat belajar di rumah nilai ujian siswa-siswi bagus-bagus semua, tetapi. Begitu belajar tatap muka di sekolah ternyata nilai siswa-siswi tersebut malah tidak bagus. Karena yang mengerjakan ujian tersebut adalah kakaknya, jadi. Banyak persoalan dan kendala yang dihadapi saat belajar di rumah, yang baik itu adalah belajar tatap muka di dalam kelas bersama guru, karena guru bisa membangun karakter para siswa-siswi," ungkap Kepala Sekolah SMPN 12 Muawanah,

M. Pd. Mansur Soupyan Sitompul.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Published by : DutaBangsaNews.Com
Copyright © 2006. - All Rights Reserved
Media Online :
www.dutabangsanews.com